قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

Katakanlah, “Wahai Ahlulkitab, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam pertanggungjawaban kalian tanpa hak, dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu kaum yang telah tersesat sebelumnya dan telah menyesatkan banyak orang serta mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِqul yaa ahla l-kitaabi laa taghluu fii diinikum ghayra l-haqqi wa-laa tattabi'uu ahwaa'a qawmin qad dalluu min qablu wa-adalluu katsiiran wa-dalluu an sawaa'i s-sabiilikatakanlah, wahai Ahlulkitab, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam pertanggungjawaban kalian tanpa hak, dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu kaum yang telah tersesat sebelumnya dan telah menyesatkan banyak orang serta mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain merender diin di sini sbg 'agama'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout batch (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar; retrofit kau/engkau/kalian menyusul. sebagian penerjemah: 'Say thou: “O doctors of the Law: exceed not bounds in your doctrine beyond the truth; and follow not the vain desires of a people who strayed before, and led many astray; and they strayed from the right path.”' Akar akar d-y-n (dyn), sense 'agama/cara-hidup/doktrin'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).

Aplikasi

Larangan 'berlebih-lebihan tanpa hak' dalam urusan keyakinan menyoroti bahaya ekstremisme sebagai penyimpangan tersendiri, terpisah dari kesalahan meninggalkan kebenaran, terlalu jauh ke satu arah sama bermasalahnya dengan meninggalkannya sama sekali. Konkretnya: kewaspadaan terhadap kebenaran tidak hanya soal menghindari kekurangan, tetapi juga menghindari kelebihan seperti fanatisme atau sikap berlebihan yang justru menyimpang dari hak yang sebenarnya, jalan yang benar punya batas dari kedua sisi, bukan hanya satu.