قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ
Katakanlah, “Wahai Ahlulkitab, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam pertanggungjawaban kalian tanpa hak, dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu kaum yang telah tersesat sebelumnya dan telah menyesatkan banyak orang serta mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِqul yaa ahla l-kitaabi laa taghluu fii diinikum ghayra l-haqqi wa-laa tattabi'uu ahwaa'a qawmin qad dhalluu min qablu wa-adhalluu katsiiran wa-dhalluu 'an sawaa'i s-sabiilikatakanlah, wahai Ahlulkitab, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam pertanggungjawaban kalian tanpa hak, dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu kaum yang telah tersesat sebelumnya dan telah menyesatkan banyak orang serta mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus
Terjemahan per kata (24 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- يَاyaawahai
- أَهْلَahlaahli
- الْكِتَابِl-kitaabiKitab
- لَاlaajanganlah
- تَغْلُواtaghluukalian melampaui batas
- فِيfiidalam
- دِينِكُمْdiinikumagama kalian
- غَيْرَghayraselain
- الْحَقِّl-haqqihak
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَتَّبِعُواtattabi'uukalian mengikuti
- أَهْوَاءَahwaa'ahawa nafsu
- قَوْمٍqawminkaum
- قَدْqadsungguh
- ضَلُّواdhalluumereka sesat
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- وَأَضَلُّواwa-adhalluudan mereka menyesatkan
- كَثِيرًاkatsiiranbanyak
- وَضَلُّواwa-dhalluudan mereka sesat
- عَنْ'andari
- سَوَاءِsawaa'itengah
- السَّبِيلِs-sabiilijalan
Inti bacaan
Larangan 'berlebih-lebihan tanpa hak' dalam urusan keyakinan menyoroti bahaya ekstremisme sebagai penyimpangan tersendiri, terpisah dari kesalahan meninggalkan kebenaran, terlalu jauh ke satu arah sama bermasalahnya dengan meninggalkannya sama sekali. Konkretnya: kewaspadaan terhadap kebenaran tidak hanya soal menghindari kekurangan, tetapi juga menghindari kelebihan seperti fanatisme atau sikap berlebihan yang justru menyimpang dari hak yang sebenarnya, jalan yang benar punya batas dari kedua sisi, bukan hanya satu.
Penjelasan pilihan kata
"Berlebih-lebihan" (تَغْلُوا, taghluu) memakai kata kerja yang berarti melampaui batas wajar, dipasangkan dengan syarat "tanpa hak" (غَيْرَ الْحَقِّ, ghayra l-haqqi), yang menandai bahwa larangan ini bukan larangan terhadap keteguhan itu sendiri, melainkan terhadap kelebihan yang tidak berdasar. "Pertanggungjawaban kalian" (دِينِكُمْ, diinikum) konsisten dengan terjemahan "diin" di seluruh teks ini.
Tafsiran
Ayat ini kembali menyapa Ahlulkitab secara langsung setelah rangkaian sanggahan teologis, kini dengan peringatan tentang pola yang menyebabkan kesalahan itu terjadi: mengikuti kaum yang sudah tersesat sebelumnya. Peringatan ini tidak melarang kesungguhan beragama, hanya kesungguhan yang melampaui batas tanpa dasar yang benar, sebuah pembeda penting antara semangat yang sehat dan semangat yang menyimpang.
Renungan dan Hikmah
- Yang diperingatkan di ayat ini Ahlulkitab, yaitu orang yang sudah memegang kitab, bukan orang yang acuh. Melampaui batas memang cuma mungkin bagi yang sungguh-sungguh; orang yang tak peduli tak pernah kelebihan. Karena itu peringatan ini justru mengarah kepada mereka yang merasa paling aman dari teguran semacam ini.
- Larangannya disambung dengan sesuatu yang tak terduga: 'janganlah kalian mengikuti hawa nafsu kaum yang telah tersesat sebelumnya'. Berlebih-lebihan digambarkan Allah bukan sebagai keyakinan yang dipikirkan sampai tuntas, melainkan sebagai mengikuti orang lain. Yang merasa paling teguh sendirian sering justru sedang berjalan di jejak yang sudah dibuat orang sebelumnya, dan tak pernah memeriksa ke mana jejak itu berakhir.
- Dua kata menjaga ayat ini dari salah baca: 'tanpa hak'. Yang dilarang Allah bukan kesungguhan, melainkan kelebihan yang tak berdasar. Tanpa syarat itu, ayat ini akan terbaca sebagai anjuran bersikap seadanya, dan itu kekeliruan yang berlawanan arah tapi sama jauhnya dari jalan yang lurus.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain menerjemahkan diin di sini sbg 'agama'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout kelompok (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar. ' akar d-y-n (dyn), sense 'agama/cara-hidup/doktrin'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).