Ayat 5:83

وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

Apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul, engkau melihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman. Maka, catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّwa-idzaa sami'uu maa unzila ilaa r-rasuuli taraa a'yunahum tafiidu mina d-dam'i mimmaa arafuu mina l-haqqiapabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul, engkau melihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui
  2. يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَyaquuluuna rabbanaa aamannaa fa-ktubnaa ma'a sh-shaahidiinamereka berkata, ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi
Aplikasi

Respons emosional yang tulus, mata bercucuran air mata, muncul karena mereka 'mengenali' kebenaran itu dari pengetahuan yang sudah mereka miliki sebelumnya, bukan sesuatu yang sama sekali asing. Konkretnya: keterbukaan hati terhadap kebenaran baru sering kali bukan soal menerima sesuatu yang benar-benar baru, melainkan mengenali dan mengakui apa yang sebenarnya sudah diketahui secara samar, kejujuran mengakui pengenalan ini, alih-alih menyangkalnya demi mempertahankan posisi lama, adalah inti dari keterbukaan sejati.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.

Ayat 5:84

وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا جَاءَنَا مِنَ الْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَنْ يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصَّالِحِينَ

Dan mengapa kami tidak beriman kepada Allah dan kebenaran yang datang kepada kami, sedang kami sangat berharap agar Tuhan kami memasukkan kami bersama kaum yang saleh?”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا جَاءَنَا مِنَ الْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَنْ يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصَّالِحِينَwa-maa lanaa laa nu'minu billaahi wa-maa jaa'anaa mina l-haqqi wa-natma'u an yudkhilanaa rabbunaa ma'a l-qawmi s-saalihiinadan mengapa kami tidak beriman kepada Allah dan kebenaran yang datang kepada kami, sedang kami sangat berharap agar Tuhan kami memasukkan kami bersama kaum yang saleh
Aplikasi

Pertanyaan retoris yang mereka ajukan pada diri sendiri, mengapa kami tidak beriman?, menunjukkan bahwa keimanan yang tulus kadang muncul dari refleksi jujur terhadap hasrat yang sudah dimiliki, bukan dari tekanan luar. Konkretnya: periksa motivasi terdalam ketika mempertimbangkan perubahan arah hidup, keinginan tulus untuk menjadi bagian dari komunitas yang baik dan bermakna adalah dorongan sah yang layak diikuti, bukan sesuatu yang harus dicurigai sebagai kelemahan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-m-n, a-l-h, j-y-a, h-q-q, t-m-', d-kh-l, r-b-b, q-w-m, s-l-h): al-haqq diterjemahkan 'kebenaran' (akar h-q-q); natma'u diterjemahkan 'sangat berharap' (akar t-m-'). Selaras.

Ayat 5:85

فَأَثَابَهُمُ اللَّهُ بِمَا قَالُوا جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ

Maka Allah membalas mereka atas apa yang mereka ucapkan, dengan taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal di dalamnya; dan itulah balasan orang-orang yang berbuat kebaikan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَأَثَابَهُمُ اللَّهُ بِمَا قَالُوا جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَاfa-atsaabahumu llaahu bimaa qaaluu jannaatin tajrii min tahtihaa l-anhaaru khaalidiina fiihaamaka Allah membalas mereka atas apa yang mereka ucapkan, dengan taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal di dalamnya
  2. وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَwa-dzaalika jazaa'u l-muhsiniinadan itulah balasan orang-orang yang berbuat kebaikan
Aplikasi

Balasan di sini secara eksplisit dikaitkan dengan 'apa yang mereka ucapkan', pernyataan iman yang tulus langsung membuahkan hasil, menunjukkan bahwa pengakuan jujur yang diucapkan dengan sungguh-sungguh punya bobot nyata, bukan sekadar kata-kata kosong. Konkretnya: ada nilai nyata dalam mengucapkan dan menyatakan komitmen secara eksplisit dan terbuka, bukan hanya menyimpannya dalam hati, pengakuan verbal yang tulus terhadap kebenaran adalah tindakan itu sendiri, bukan pengganti tindakan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar ts-w-b, a-l-h, q-w-l, j-n-n, j-r-y, t-h-t, n-h-r, kh-l-d, j-z-y, h-s-n): athaabahum diterjemahkan 'membalas dengan pahala' (akar ts-w-b); muhsiniin diterjemahkan 'orang-orang yang berbuat kebaikan' (akar h-s-n). gloss '(yaitu)/(bagi)' dibuang.