وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

Apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul, engkau melihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman. Maka, catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّwa-idzaa sami'uu maa unzila ilaa r-rasuuli taraa a'yunahum tafiidhu mina d-dam'i mimmaa 'arafuu mina l-haqqiapabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul, engkau melihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui
  2. يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَyaquuluuna rabbanaa aamannaa fa-ktubnaa ma'a sy-syaahidiinamereka berkata, ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. سَمِعُواsami'uumereka mendengar
  3. مَاmaaapa yang
  4. أُنْزِلَunziladiturunkan
  5. إِلَىilaakepada
  6. الرَّسُولِr-rasuuliRasul
  7. تَرَىٰtaraaengkau melihat
  8. أَعْيُنَهُمْa'yunahummata mereka
  9. تَفِيضُtafiidhumengalir
  10. مِنَminadari
  11. الدَّمْعِd-dam'iair mata
  12. مِمَّاmimmaakarena apa yang
  13. عَرَفُوا'arafuumereka kenali
  14. مِنَminadari
  15. الْحَقِّl-haqqihak
  16. يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
  17. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  18. آمَنَّاaamannaakami beriman
  19. فَاكْتُبْنَاfa-ktubnaamaka catatlah kami
  20. مَعَma'abersama
  21. الشَّاهِدِينَsy-syaahidiinaorang-orang yang menyaksikan

Inti bacaan

Respons emosional yang tulus, mata bercucuran air mata, muncul karena mereka 'mengenali' kebenaran itu dari pengetahuan yang sudah mereka miliki sebelumnya, bukan sesuatu yang sama sekali asing. Konkretnya: keterbukaan hati terhadap kebenaran baru sering kali bukan soal menerima sesuatu yang benar-benar baru, melainkan mengenali dan mengakui apa yang sebenarnya sudah diketahui secara samar, kejujuran mengakui pengenalan ini, alih-alih menyangkalnya demi mempertahankan posisi lama, adalah inti dari keterbukaan sejati.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan reaksi emosional tulus kalangan Nasrani ketika mendengar wahyu yang diturunkan kepada Rasul: air mata haru karena mengenali kebenaran, disertai permohonan agar dicatat sebagai saksi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mata mereka bercucuran sebelum mulut mereka berkata. Tubuh mendahului ucapan. Pengakuan yang keluar dari tempat yang tak bisa diatur lebih sulit dipalsukan.
  • Allah menyebut sebabnya kebenaran yang telah mereka ketahui. Bukan keindahan bacaannya. Yang menggerakkan bukan hal baru, melainkan sesuatu yang cocok dengan yang sudah ada di dalam.
  • Allah merekam permintaan mereka: catatlah kami bersama para saksi. Bukan meminta pahala. Yang diinginkan sekadar tercantum di barisan yang benar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.