وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan tanda-tanda Kami, mereka itulah penghuni neraka yang menyala-nyala.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِwa-lladziina kafaruu wa-kadzdzabuu bi-aayaatinaa ulaa'ika ash-haabu l-jahiimiadapun orang-orang yang kufur dan mendustakan tanda-tanda Kami, mereka itulah penghuni neraka yang menyala-nyala
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- وَكَذَّبُواwa-kadzdzabuudan mendustakan
- بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- أَصْحَابُash-haabupenghuni
- الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala
Inti bacaan
Pengulangan formula yang sama seperti 5:10 di sini berfungsi sebagai kontras langsung dengan kelompok penuh air mata di 5:83-85, dua respons berbeda terhadap tanda yang sama menghasilkan dua nasib yang sama sekali berbeda. Konkretnya: perbedaan nasib bukan ditentukan oleh tanda atau kebenaran yang tersedia, karena semua orang menghadapi tanda yang sama, melainkan oleh respons masing-masing terhadapnya, kejujuran mengenali kebenaran versus keras kepala mendustakannya adalah pilihan yang benar-benar menentukan, bukan keadaan yang dipaksakan dari luar.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini identik kata-per-kata dengan 5:10: diterjemahkan sama persis 'neraka yang menyala-nyala' konsisten dengan 5:10 (hibrida transliterasi draf dikoreksi jd terjemahan langsung). 'Ulaa'ika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'mereka itulah'.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian kontras dengan kepastian nasib mereka yang kufur dan mendustakan tanda-tanda Allah: kembali menegaskan 5:10 sebagai bingkai penutup pembahasan sikap terhadap wahyu.
Renungan dan Hikmah
- Yang disebut dua: kufur, dan mendustakan tanda-tanda. Bukan satu keadaan, melainkan sikap batin ditambah tindakan menolak apa yang sudah diperlihatkan. Menolak tanda menuntut tanda itu sudah sampai lebih dulu, jadi yang digambarkan Allah bukan orang yang tak pernah tahu.
- Ayat ini identik kata demi kata dengan 5:10. Diletakkan di dua tempat berjauhan, ia mengapit seluruh pembahasan di antaranya. Allah memakai kalimat yang sama sebagai dua tiang, dan yang berdiri di antara keduanya jadi terbaca sebagai satu bangunan, bukan kumpulan bahasan lepas.
- Beberapa ayat sebelumnya menggambarkan orang yang matanya berlinang mendengar wahyu. Ayat ini menggambarkan yang mendustakannya. Tanda yang mereka hadapi sama, dan yang berbeda cuma apa yang terjadi di dalam diri masing-masing ketika ia sampai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.