يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengharamkan sesuatu yang baik yang telah Allah halalkan bagi kalian, dan janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُواyaa ayyuhaa lladziina aamanuu laa tuharrimuu thayyibaati maa ahalla llaahu lakum wa-laa ta'taduuwahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengharamkan sesuatu yang baik yang telah Allah halalkan bagi kalian, dan janganlah kalian melampaui batas
- إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَinna llaaha laa yuhibbu l-mu'tadiinasesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas
Terjemahan per kata (18 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- لَاlaajanganlah
- تُحَرِّمُواtuharrimuukalian mengharamkan
- طَيِّبَاتِthayyibaatiyang baik-baik
- مَاmaaapa yang
- أَحَلَّahallamenghalalkan
- اللَّهُllaahuAllah
- لَكُمْlakumbagi kalian
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَعْتَدُواta'taduukalian melampaui batas
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- لَاlaatidak
- يُحِبُّyuhibbumencintai
- الْمُعْتَدِينَl-mu'tadiinaorang-orang yang melampaui batas
Inti bacaan
Larangan mengharamkan sesuatu yang baik yang telah dihalalkan menyoroti kesalahan yang berlawanan arah dari yang biasa dikhawatirkan, bukan hanya melanggar batas dengan kelonggaran berlebihan, tetapi juga salah dengan kekakuan berlebihan yang menolak kenikmatan sah. Konkretnya: asketisme atau penolakan diri yang berlebihan terhadap hal-hal baik yang halal bukan tanda kesalehan yang lebih tinggi, ini juga bentuk 'melampaui batas' yang secara eksplisit ditolak di sini, sama seperti pelanggaran ke arah sebaliknya.
Tafsiran
Ayat ini melarang mengharamkan hal-hal baik yang telah Allah halalkan: ekstremisme dalam pengharaman dianggap bentuk pelampauan batas yang tidak dicintai Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah melarang mengharamkan yang baik yang telah Dia halalkan. Larangan atas larangan. Yang dipersoalkan bukan kelonggaran, melainkan menambah aturan atas nama-Nya.
- Larangan keduanya jangan melampaui batas. Dua arah dijaga. Yang berlebihan dalam menahan diri disebut sejajar dengan yang berlebihan dalam menikmati.
- Penutupnya menyebut Dia tidak mencintai orang yang melampaui batas. Bukan menghukum. Yang disebut rusaknya hubungan, dan itu lebih berat daripada akibat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).