وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ

Dan makanlah dari apa yang Allah rezekikan kepada kalian, halal lagi baik; dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kalian beriman.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًاwa-kuluu mimmaa razaqakumu llaahu halaalan thayyibandan makanlah dari apa yang Allah rezekikan kepada kalian, halal lagi baik
  2. وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَwa-ttaquu llaaha lladzii antum bihi mu'minuunadan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kalian beriman

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَكُلُواwa-kuluudan makanlah kalian
  2. مِمَّاmimmaadari apa yang
  3. رَزَقَكُمُrazaqakumumemberi kalian rezeki
  4. اللَّهُllaahuAllah
  5. حَلَالًاhalaalanyang halal
  6. طَيِّبًاthayyibanyang baik
  7. وَاتَّقُواwa-ttaquudan jagalah diri dari
  8. اللَّهَllaahaAllah
  9. الَّذِيlladziiyang
  10. أَنْتُمْantumkalian
  11. بِهِbihikepada-Nya
  12. مُؤْمِنُونَmu'minuunaorang-orang beriman

Inti bacaan

Perintah sederhana ini menyandingkan dua kata sifat sekaligus untuk makanan, halal (sah secara hukum) dan tayyib (baik/berkualitas), menunjukkan bahwa kehalalan formal saja tidak cukup tanpa kebaikan substansial. Konkretnya: dalam memilih sumber penghidupan atau konsumsi, dua standar berlaku sekaligus, bukan hanya apakah ini sah secara legal, tetapi juga apakah ini benar-benar baik dan bermanfaat, sesuatu bisa lolos syarat legal tapi tetap buruk kualitasnya bagi diri sendiri.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan seruan memakan rezeki yang halal lagi baik, disertai perintah bertakwa sebagai konsekuensi keimanan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua syarat sekaligus: halal lagi baik. Bukan satu. Yang sah menurut hukum belum tentu baik menurut ukuran yang lain.
  • Yang dimakan disebut apa yang Allah rezekikan. Pemberian. Perintahnya memakan barang yang sudah diberikan, bukan mencari yang lain.
  • Allah menutup dengan yang kepada-Nya kalian beriman. Sesudah bicara makanan. Aturan meja makan disandarkan pada keyakinan, bukan pada kesehatan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-k-l, r-z-q, a-l-h, h-l-l, t-y-b, w-q-y, a-m-n): razaqa diterjemahkan 'merezekikan' (akar r-z-q); halaalan tayyiban diterjemahkan 'halal lagi baik' (akar h-l-l + طيّب). Selaras.