إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian melalui khamar dan judi, serta menghalangi kalian dari mengingat Allah dan dari salat. Maka tidakkah kalian mau berhenti?

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِinnamaa yuriidu sh-shaytaanu an yuuqi'a baynakumu l-adaawata wa-l-baghdaa'a fii l-khamri wa-l-maysiri wa-yasuddakum an dzikri llaahi wa-ani s-salaatisesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian melalui khamar dan judi, serta menghalangi kalian dari mengingat Allah dan dari salat
  2. فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَfa-hal antum muntahuunamaka tidakkah kalian mau berhenti
Aplikasi

Bahaya khamar dan judi yang disorot bukan hanya kerusakan fisik atau finansial, melainkan fungsinya sebagai alat setan menimbulkan permusuhan antarmanusia dan menghalangi dari mengingat Allah, dampak sosial dan spiritualnya yang ditekankan. Konkretnya: saat menilai kebiasaan yang berpotensi merusak, pertimbangkan bukan hanya kerugian pribadi tetapi juga bagaimana kebiasaan itu merusak relasi dengan orang lain dan mengikis kesadaran spiritual, pertanyaan retoris penutupnya, 'tidakkah kalian mau berhenti?', menuntut keputusan aktif, bukan penundaan berkelanjutan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menyisipkan '(melaksanakan)' sebelum salat (klarifikasi) dan merender fahal antum muntahuun diterjemahkan 'tidakkah kamu mau berhenti?'. terjemahan ini mempertahankan salaah diterjemahkan 'salat' ( di sini subjek MANUSIA, kewajiban generik, TANPA tegangan subjek-Ilahi seperti 33:43); fahal antum muntahuun = pertanyaan retoris (istifhaam inkaarii, akar akar n-h-y 'berhenti') yang berfungsi sbg perintah halus 'berhentilah' (lih. lexicography). Ayat ini memperkuat: salat disandingkan dengan 'mengingat Allah' sbg sasaran yang dihalangi setan, keduanya perbuatan hamba, bukan ritual koreografis semata. Melengkapi 5:90: dampak sosial (permusuhan, kebencian, terhalang dari zikir dan salat) dijadikan alasan/'illah eksplisit larangan, bukan sekadar status hukumnya semata. Ini konsisten dengan pola umum Al-Quran yang menyertakan 'illah (alasan rasional) pada larangan-larangannya, memperkuat bahwa larangan berlaku pada substansi dampak (memabukkan/menimbulkan permusuhan), bukan formalitas nama jenis minuman. sebagian penerjemah: 'The satan but wishes to cause between you enmity and hatred in wine and the games of chance, and to turn you away from the remembrance of God and from the duty; so will you not desist?' 'Fahal antum muntahuun' berbentuk pertanyaan retoris (istifhaam inkaarii) dalam gramatika Arab, secara efektif berfungsi sebagai perintah tegas untuk berhenti, pola gaya bahasa yang sama dipakai di QS 96:6-7 dan beberapa tempat lain untuk penegasan maksimal.