إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian melalui khamar dan judi, serta menghalangi kalian dari mengingat Allah dan dari salat. Maka tidakkah kalian mau berhenti?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِinnamaa yuriidu sy-syaythaanu an yuuqi'a baynakumu l-'adaawata wa-l-baghdhaa'a fii l-khamri wa-l-maysiri wa-yashuddakum 'an dzikri llaahi wa-'ani sh-shalaatisesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian melalui khamar dan judi, serta menghalangi kalian dari mengingat Allah dan dari salat
  2. فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَfa-hal antum muntahuunamaka tidakkah kalian mau berhenti

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  2. يُرِيدُyuriiduDia kehendaki
  3. الشَّيْطَانُsy-syaythaanusetan
  4. أَنْanuntuk
  5. يُوقِعَyuuqi'amenimbulkan
  6. بَيْنَكُمُbaynakumudi antara kalian
  7. الْعَدَاوَةَl-'adaawatapermusuhan
  8. وَالْبَغْضَاءَwa-l-baghdhaa'adan kebencian
  9. فِيfiimelalui
  10. الْخَمْرِl-khamrikhamar
  11. وَالْمَيْسِرِwa-l-maysiridan judi
  12. وَيَصُدَّكُمْwa-yashuddakumdan Dia menghalangi kalian
  13. عَنْ'andari
  14. ذِكْرِdzikriperingatan
  15. اللَّهِllaahiAllah
  16. وَعَنِwa-'anidan dari
  17. الصَّلَاةِsh-shalaatisalat
  18. فَهَلْfa-halmaka apakah
  19. أَنْتُمْantumkalian
  20. مُنْتَهُونَmuntahuunaorang-orang yang berhenti

Inti bacaan

Bahaya khamar dan judi yang disorot bukan hanya kerusakan fisik atau finansial, melainkan fungsinya sebagai alat setan menimbulkan permusuhan antarmanusia dan menghalangi dari mengingat Allah, dampak sosial dan spiritualnya yang ditekankan. Konkretnya: saat menilai kebiasaan yang berpotensi merusak, pertimbangkan bukan hanya kerugian pribadi tetapi juga bagaimana kebiasaan itu merusak relasi dengan orang lain dan mengikis kesadaran spiritual, pertanyaan retoris penutupnya, 'tidakkah kalian mau berhenti?', menuntut keputusan aktif, bukan penundaan berkelanjutan.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan tujuan setan di balik khamar dan judi (menimbulkan permusuhan, kebencian, serta menghalangi dari mengingat Allah dan salat), ditutup pertanyaan retoris mendesak agar segera berhenti.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut maksudnya menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian. Yang dituju hubungan antarmanusia. Kerusakan yang dibicarakan bukan pada badan peminumnya, melainkan pada apa yang terjadi di antara orang-orang.
  • Dua hal disebut terhalang: mengingat Allah, dan salat. Yang satu di dalam hati, yang satu berupa perbuatan. Sesuatu yang mengaburkan kesadaran memang memutus keduanya sekaligus, bukan salah satunya saja.
  • Allah menutup dengan bertanya tidakkah kalian mau berhenti. Bukan dengan perintah berhenti. Pertanyaan yang menuntut jawaban dari orangnya sendiri memindahkan keputusannya ke tempat yang memang satu-satunya bisa mengambilnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menyisipkan '(melaksanakan)' sebelum salat (klarifikasi) dan menerjemahkan fahal antum muntahuun diterjemahkan 'tidakkah kamu mau berhenti?'. terjemahan ini mempertahankan salaah diterjemahkan 'salat' ( di sini subjek MANUSIA, kewajiban generik, TANPA tegangan subjek-Ilahi seperti 33:43); fahal antum muntahuun = pertanyaan retoris (istifhaam inkaarii, akar n-h-y 'berhenti') yang berfungsi sbg perintah halus 'berhentilah' (lih. lexicography). Ayat ini memperkuat: salat disandingkan dengan 'mengingat Allah' sbg sasaran yang dihalangi setan, keduanya perbuatan hamba, bukan ritual koreografis semata. Melengkapi 5:90: dampak sosial (permusuhan, kebencian, terhalang dari zikir dan salat) dijadikan alasan/'illah eksplisit larangan, bukan sekadar status hukumnya semata. Ini konsisten dengan pola umum Al-Quran yang menyertakan 'illah (alasan rasional) pada larangan-larangannya, memperkuat bahwa larangan berlaku pada substansi dampak (memabukkan/menimbulkan permusuhan), bukan formalitas nama jenis minuman. 'Fahal antum muntahuun' berbentuk pertanyaan retoris (istifhaam inkaarii) dalam gramatika Arab, secara efektif berfungsi sebagai perintah tegas untuk berhenti, pola gaya bahasa yang sama dipakai di QS 96:6-7 dan beberapa tempat lain untuk penegasan maksimal.