وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasul serta berhati-hatilah! Jika kalian berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan dengan jelas.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُواwa-atii'uu llaaha wa-atii'uu r-rasuula wa-hdzaruutaatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasul serta berhati-hatilah
- فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُfa-in tawallaytum fa-lamuu annamaa alaa rasuulinaa l-balaaghu l-mubiinujika kalian berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan dengan jelas
Catatan pilihan kata (ringkas)
C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih..
Aplikasi
Perintah 'berhati-hatilah' disandingkan langsung dengan ketaatan, menunjukkan bahwa ketaatan yang benar bukan kepatuhan buta tanpa kewaspadaan, melainkan kepatuhan yang tetap disertai kesadaran penuh. Konkretnya: menaati otoritas yang sah tidak berarti melepas kewaspadaan dan pertimbangan kritis, dua hal ini berjalan beriringan, bukan saling meniadakan; batas tanggung jawab penyampai pesan juga jelas, setelah pesan disampaikan dengan jelas, tanggung jawab menerima atau menolaknya beralih pada penerima.