لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَآمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَآمَنُوا ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh menyangkut apa yang telah mereka makan, apabila mereka bertakwa dan beriman serta mengerjakan amal-amal saleh, kemudian mereka bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَآمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَآمَنُوا ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُواlaysa alaa lladziina aamanuu wa-amiluu s-saalihaati junaahun fiimaa ta'imuu idzaa maa ttaqaw wa-aamanuu wa-amiluu s-saalihaati tsumma ttaqaw wa-aamanuu tsumma ttaqaw wa-ahsanuutidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh menyangkut apa yang telah mereka makan, apabila mereka bertakwa dan beriman serta mengerjakan amal-amal saleh, kemudian mereka bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka bertakwa dan berbuat kebajikan
  2. وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَwallaahu yuhibbu l-muhsiniinadan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan
Catatan pilihan kata (ringkas)

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji passthrough. Lih.. sebagian penerjemah: 'Those who heed warning1 and do righteous deeds do no wrong2 in what they eat3 when they are in prudent fear4 and believe and do righteous deeds.5 Then be in prudent fear6 and believe! Then be in prudent fear7 and do righteous deeds! And God loves the doers of good.' h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).

Aplikasi

Pengulangan tiga kali frasa 'bertakwa dan beriman' dalam satu ayat menekankan bahwa ketakwaan bukan pencapaian sekali jadi, melainkan sikap yang harus terus-menerus diperbarui bahkan setelah pencapaian sebelumnya. Konkretnya: jangan berpuas diri dengan pencapaian spiritual masa lalu sebagai jaminan permanen, pertumbuhan moral menuntut pembaruan komitmen berulang kali, bukan status yang sekali diraih lalu selesai.