أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Dihalalkan bagi kalian buruan laut dan makanannya sebagai kesenangan bagi kalian dan bagi para musafir; dan diharamkan atas kalian buruan darat selama kalian dalam keadaan berihram; dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kalian dikumpulkan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِuhilla lakum shaydu l-bahri wa-tha'aamuhu mataa'an lakum wa-li-s-sayyaaratidihalalkan bagi kalian buruan laut dan makanannya, sebagai kesenangan bagi kalian dan bagi para musafir
  2. وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًاwa-hurrima 'alaykum shaydu l-barri maa dumtum hurumandan diharamkan atas kalian buruan darat selama kalian dalam keadaan berihram
  3. وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَwa-ttaquu llaaha lladzii ilayhi tuhsyaruunadan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kalian dikumpulkan

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. أُحِلَّuhilladihalalkan
  2. لَكُمْlakumbagi kalian
  3. صَيْدُshayduburuan
  4. الْبَحْرِl-bahrilaut
  5. وَطَعَامُهُwa-tha'aamuhudan makanannya
  6. مَتَاعًاmataa'ankesenangan
  7. لَكُمْlakumbagi kalian
  8. وَلِلسَّيَّارَةِwa-li-s-sayyaaratidan bagi para musafir
  9. وَحُرِّمَwa-hurrimadan diharamkan
  10. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  11. صَيْدُshayduburuan
  12. الْبَرِّl-barridarat
  13. مَاmaaselama
  14. دُمْتُمْdumtumkalian tetap
  15. حُرُمًاhurumanihram
  16. وَاتَّقُواwa-ttaquudan jagalah diri dari
  17. اللَّهَllaahaAllah
  18. الَّذِيlladziiyang
  19. إِلَيْهِilayhikepada-Nya
  20. تُحْشَرُونَtuhsyaruunakalian dikumpulkan

Inti bacaan

Pembedaan konkret antara buruan laut yang tetap halal dan buruan darat yang terlarang saat ihram menunjukkan bahwa pembatasan diri dalam ibadah bersifat spesifik dan terbatas, bukan pantangan total tanpa batas yang jelas. Konkretnya: disiplin spiritual yang sehat punya batas yang jelas dan proporsional terhadap tujuannya, bukan penyiksaan diri tanpa ujung, mengenali batas yang jelas ini membantu menjalankan disiplin dengan konsisten tanpa jatuh pada ekstremisme yang tidak perlu.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi hukum berburu dengan mengizinkan buruan laut kapan saja, sementara buruan darat tetap terlarang selama ihram: ditutup seruan bertakwa mengingat semua akan dikumpulkan kepada Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menghalalkan buruan laut bahkan saat berihram. Bukan seluruhnya dilarang. Larangan yang berat pada satu sisi disertai kelapangan pada sisi lain.
  • Penerimanya disebut dua: kalian dan para musafir. Yang menetap dan yang berjalan. Kelapangan itu dirancang untuk yang paling sulit mencari bekal.
  • Sesudah membedakan laut dan darat, Allah menutup dengan perintah bertakwa. Aturan yang batasnya begitu rinci ditutup dengan yang tak bisa diukur siapa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar h-l-l, s-y-d, b-h-r, t-'-m, m-t-', s-y-r, h-r-m, b-r-r, d-w-m, w-q-y, a-l-h, h-sh-r): sayd diterjemahkan 'buruan' (akar s-y-d); uhilla/hurrima diterjemahkan 'dihalalkan/diharamkan' (akar h-l-l, akar h-r-m); huruman diterjemahkan 'dalam keadaan berihram'; tuhsharuun diterjemahkan 'dikumpulkan' (akar h-sh-r). gloss '(yang berasal dari)/(menangkap)' dibuang.