جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَائِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Allah telah menjadikan Kakbah, rumah suci itu, sebagai pusat kegiatan bagi manusia, begitu pula bulan haram, hadyu, dan qalaa'id. Yang demikian itu agar kalian mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan bahwa Allah berilmu akan segala sesuatu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَائِدَja'ala llaahu l-ka'bata l-bayta l-haraama qiyaaman li-n-naasi wa-sy-syahra l-haraama wa-l-hadya wa-l-qalaa'idaAllah telah menjadikan Kakbah, rumah suci itu, sebagai pusat kegiatan bagi manusia, begitu pula bulan haram, hadyu, dan qalaa'id
  2. ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌdzaalika li-ta'lamuu anna llaaha ya'lamu maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhi wa-anna llaaha bi-kulli syay'in 'aliimunyang demikian itu agar kalian mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan bahwa Allah berilmu akan segala sesuatu

Terjemahan per kata (27 kata)

  1. جَعَلَja'alamenjadikan
  2. اللَّهُllaahuAllah
  3. الْكَعْبَةَl-ka'bataKakbah
  4. الْبَيْتَl-baytaRumah
  5. الْحَرَامَl-haraamayang suci
  6. قِيَامًاqiyaamanberdiri
  7. لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
  8. وَالشَّهْرَwa-sy-syahradan bulan
  9. الْحَرَامَl-haraamayang suci
  10. وَالْهَدْيَwa-l-hadyadan hewan kurban
  11. وَالْقَلَائِدَwa-l-qalaa'idadan hewan berkalung
  12. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  13. لِتَعْلَمُواli-ta'lamuuagar kalian mengetahui
  14. أَنَّannabahwa
  15. اللَّهَllaahaAllah
  16. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  17. مَاmaaapa yang
  18. فِيfiidi
  19. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  20. وَمَاwa-maadan apa yang
  21. فِيfiidi
  22. الْأَرْضِl-ardhibumi
  23. وَأَنَّwa-annadan bahwa
  24. اللَّهَllaahaAllah
  25. بِكُلِّbi-kullipada segala
  26. شَيْءٍsyay'insesuatu
  27. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Ka'bah digambarkan sebagai 'pusat kegiatan bagi manusia', fungsinya sosial dan struktural bagi kehidupan bersama, bukan sekadar objek ritual yang terisolasi dari kehidupan nyata. Konkretnya: institusi atau simbol keagamaan yang sehat berfungsi menstabilkan dan menyatukan kehidupan komunitas secara luas, bukan hanya ruang ibadah privat yang terpisah dari urusan dunia, nilai suatu tempat atau institusi diukur juga dari bagaimana ia menopang tatanan kehidupan bersama.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan hikmah di balik Kakbah, bulan haram, hadyu, dan qalaa'id sebagai pusat kegiatan dan penegak ketertiban bagi manusia: semua menunjukkan pengetahuan Allah yang meliputi langit dan bumi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Kakbah sebagai pusat kegiatan bagi manusia. Bukan tempat ibadah saja. Kata yang dipilih menyangkut tegaknya urusan orang banyak.
  • Bersamanya Dia menyebut bulan haram, hadyu, dan qalaa'id. Empat hal. Tempat, waktu, dan tanda diletakkan dalam satu susunan yang saling menjaga.
  • Tujuan yang Dia sebut agar kalian mengetahui bahwa Dia mengetahui isi langit dan bumi. Aturan itu mengajarkan sesuatu. Yang diatur bukan hanya perbuatan, melainkan juga kesadaran yang menyertainya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu'). ⟶, 'Ka'bah' DIPERTAHANKAN + catatan dua-arah. akar k-'-b sangat kecil: 4 token / 4 ayat di SELURUH Qur'an, dan SETENGAHNYA tak berkaitan sanktuari, keduanya ANATOMIS: 5:6** ka'bayn = 'dua mata kaki' (batas basuhan kaki) · 78:33 kawaa'ib. **TEMUAN POKOK, corpus menandai ka'bah akar k-'-b (BERAKAR/tembus pandang), sedangkan makkah 48:24, bakkah 3:96, dan 'arafaat 2:198 semuanya root=None (OPAK)**, tiga nama tempat itu buram, ka'bah tidak. ka'aba th-thady = payudara membusung; muka'ab = kain berkotak/terlipat persegi. Lane juga merekam al-ka'abaat = kuil kabilah Rabii'ah yang JUGA ditawafi, bangunan lain, kata dari akar sama. diterjemahkan Makna akar = MENONJOL / BERUAS / BERSUDUT-EMPAT; sebutan sanktuari adalah turunan DESKRIPTIF, dan Lane menyatakan derivasi itu eksplisit 2×. (a) NAMA DIRI 'Ka'bah' (bacaan baku; seluruh qiraa'aat + tag corpus nama diri), dipertahankan di teks; (b) DESKRIPTIF: al-ka'bata l-bayta l-haraama = 'bangunan-kubus itu, Rumah yang tak boleh dilanggar', bentuk lalu status, bukan nama lalu penjelasan. seluruh 15 ayat al-masjid al-haraam & semua sebutan al-bayt memakai frasa deskriptif, bukan nama; ka'bah hanya 2× (keduanya Surah 5), dan 5:95 bukan konteks sanktuari melainkan DENDA buruan diterjemahkan Qur'an tak membangun tata-nama di sekitar kata ini. Saksi sebagian penerjemah (dikejar ke PDF asli; catatan 5:97¹ merujuk 5:95¹): jangkar 5:6 disebutnya 'nilai yang terbukti dan dikenal' dan pergeseran ke bangunan di Mekkah 'lompatan besar'; ia mencatat hanya 2 ayat jadi pijakan, dan bangunan sejenis tersebar di Arabia (**konvergen dgn al-ka'abaat Lane, dicapai independen). Ia jujur menyatakan tak dapat membuktikan negatifnya, sebagaimana tradisi tak dapat membuktikan sebaliknya diterjemahkan simetri yang justru menguatkan. Polemik/tuduhan-berhala sebagian penerjemah DIFILTER Pembaca menimbang. ⟶, gloss '(peribadatan dan urusan dunia)' utk qiyaaman DIBUANG: sebagian penerjemah membandingkan 5 terjemahan** qiyaaman dan menemukan kelimanya BERBEDA (sebagian penerjemah Intl / sebagian penerjemah / sebagian penerjemah / Dawood / Asad), menilai tak satu pun berargumen kuat, termasuk dirinya. Menyisipkan tafsir spesifik ke kata seterbuka itu = persis yang larang. **terjemahan FINAL qiyaaman BELUM diputus** (akar q-w-m menunggu; 17 jangkar 'standing' yang sebagian penerjemah sebut belum diverifikasi sendiri), yang dieksekusi hanya pembuangan gloss, bukan penggantian kata.