يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kalian akan menyusahkan kalian. Jika kalian menanyakannya ketika Al-Qur'an sedang diturunkan, akan diterangkan kepada kalian. Allah telah memaafkan tentang hal itu. Dan Allah pengampun lagi penyantun.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَاyaa ayyuhaa lladziina aamanuu laa tas'aluu 'an asyyaa'a in tubda lakum tasu'kum wa-in tas'aluu 'anhaa hiina yunazzalu l-qur'aanu tubda lakum 'afaa llaahu 'anhaawahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kalian akan menyusahkan kalian; dan jika kalian menanyakannya ketika Al-Qur'an sedang diturunkan, akan diterangkan kepada kalian; Allah telah memaafkan tentang hal itu
  2. وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌwa-llaahu ghafuurun haliimundan Allah pengampun lagi penyantun

Terjemahan per kata (26 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. لَاlaajanganlah
  6. تَسْأَلُواtas'aluukalian menanyakan
  7. عَنْ'andari
  8. أَشْيَاءَasyyaa'ahal-hal
  9. إِنْinjika
  10. تُبْدَtubdaditampakkan
  11. لَكُمْlakumkepada kalian
  12. تَسُؤْكُمْtasu'kummenyusahkan kalian
  13. وَإِنْwa-indan jika
  14. تَسْأَلُواtas'aluukalian menanyakan
  15. عَنْهَا'anhaadarinya
  16. حِينَhiinaketika
  17. يُنَزَّلُyunazzaluditurunkan
  18. الْقُرْآنُl-qur'aanuAl-Qur'an
  19. تُبْدَtubdaditampakkan
  20. لَكُمْlakumkepada kalian
  21. عَفَا'afaamemaafkan
  22. اللَّهُllaahuAllah
  23. عَنْهَا'anhaadarinya
  24. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  25. غَفُورٌghafuurunpengampun
  26. حَلِيمٌhaliimunpenyantun

Inti bacaan

Larangan menanyakan hal-hal yang jika dijawab justru menyusahkan menunjukkan bahwa tidak semua pengetahuan itu baik untuk dikejar, ada batas sehat antara rasa ingin tahu dan mencari beban yang tidak perlu. Konkretnya: bukan setiap pertanyaan pantas ditanyakan atau setiap detail pantas digali, kadang kebijaksanaan berarti membiarkan sesuatu tetap tidak terjawab daripada memaksa jawaban yang justru menambah beban tanpa manfaat nyata.

Tafsiran

Ayat ini melarang bertanya hal-hal yang jika dijawab justru menyusahkan (kecuali saat wahyu sedang turun, ketika jawaban langsung tersedia), sebagai bentuk kasih sayang Allah yang tidak membebani lebih dari yang diperlukan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah melarang menanyakan hal yang jika diterangkan akan menyusahkan. Batasnya pada akibat. Yang dilarang bukan bertanya, melainkan menuntut keterangan yang memberatkan.
  • Allah menyebut jika ditanyakan ketika Al-Qur'an sedang diturunkan, akan diterangkan. Permintaannya akan dipenuhi. Yang berbahaya justru bahwa jawabannya pasti datang.
  • Allah menyebut Dia memaafkan hal itu. Yang sudah lewat dihapus. Larangan itu ditutup dengan pemaafan, bukan dengan ancaman.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(atau varian, LIMA terjemahan utk satu lema: Maha Penyantun/penyantun/sangat penyantun/sangat lembut/sangat santun). Dua cacat: (a) 'Maha'+kapital tanpa dasar, corpus INDEFINIT; (b) 'penyantun' salah kata: KBBI VI, nomina 'penyantun' = 'orang sopan/suka menaruh belas kasihan/suka menolong/dewan pelindung', makna 'sabar dan tenang' (yang ada di adjektiva santun¹) HILANG pada turunannya, jebakan derivasi persis 'welas asih'; indra belas-kasihan/ menolong juga menabrak wilayah ra'uuf ('iba'). terjemahan ini: 'penahan murka'. haliim dipakai utk MANUSIA 4× (Ibrahim 9:114 & 11:75; anak/ Ismail 37:101 'ghulaamin haliim'; Syu'aib 11:87) diterjemahkan SIFAT, bukan nama (pola rahiim/ ra'uuf). sebagian penerjemah 'clement' 15/15. hilm ≠ sabr (menahan-balasan vs menanggung-derita) ≠ ra'fah (perasaan iba) ≠ santun (adab). Rumus: ghafuurun haliim 6×; aliimun haliim 3×. Konteks pengunci: 2:225 (tak menghukum keseleo sumpah), 35:41 (MENAHAN langit-bumi agar tak lenyap).