يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ ۖ قَالُوا لَا عِلْمَ لَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Ingatlah pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya, “Apa yang dijawabkan kepada kalian?” Mereka menjawab, “Kami tidak memiliki pengetahuan. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah yang mengetahui segala yang gaib.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْyawma yajma'u llaahu r-rusula fa-yaquulu maadzaa ujibtumingatlah pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya, apa yang dijawabkan kepada kalian
  2. قَالُوا لَا عِلْمَ لَنَاqaaluu laa 'ilma lanaamereka menjawab, kami tidak memiliki pengetahuan
  3. إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِinnaka anta 'allaamu l-ghuyuubisesungguhnya Engkau, Engkaulah yang mengetahui segala yang gaib

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. يَجْمَعُyajma'umengumpulkan
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. الرُّسُلَr-rusulapara rasul
  5. فَيَقُولُfa-yaquulumaka ia berkata
  6. مَاذَاmaadzaaapa
  7. أُجِبْتُمْujibtumkalian dijawab
  8. قَالُواqaaluumereka berkata
  9. لَاlaatidak
  10. عِلْمَ'ilmapengetahuan
  11. لَنَاlanaabagi kami
  12. إِنَّكَinnakasesungguhnya Engkau
  13. أَنْتَantaEngkau
  14. عَلَّامُ'allaamuYang Maha Mengetahui
  15. الْغُيُوبِl-ghuyuubisegala yang gaib

Inti bacaan

Jawaban para rasul sendiri, 'kami tidak tahu', pada hari itu adalah pengakuan kerendahan hati yang mengejutkan dari figur-figur paling terhormat dalam sejarah, mengembalikan pengetahuan penuh hanya kepada Allah. Konkretnya: bahkan orang-orang yang paling berpengaruh dan paling banyak mengetahui pun harus mengakui batas pengetahuannya di hadapan kenyataan yang lebih besar, kerendahan hati intelektual, mengakui 'saya tidak tahu' pada hal yang memang di luar jangkauan, bukan kelemahan, melainkan kejujuran yang pantas dicontoh.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan hari ketika Allah mengumpulkan seluruh rasul dan bertanya tentang respons yang mereka terima: jawaban rendah hati mereka mengakui keterbatasan pengetahuan, menyerahkan sepenuhnya kepada Allah yang mengetahui segala yang gaib.

Renungan dan Hikmah

  • Yang dikumpulkan dan ditanyai Allah para rasul, bukan umat mereka. Pertanyaannya diajukan kepada yang membawa. Kedudukan sebagai penyampai ternyata tidak menempatkan seseorang di luar barisan yang ditanyai.
  • Jawaban mereka di hadapan Allah kami tidak memiliki pengetahuan. Bukan laporan keberhasilan. Di hadapan yang mengetahui segalanya, jawaban paling jujur yang tersedia bagi siapa pun ternyata berupa pengakuan tidak tahu.
  • Kalimat mereka ditutup dengan pengulangan kata ganti: sesungguhnya Engkau, Engkaulah yang mengetahui segala yang gaib. Penegasan itu diucapkan mereka sendiri. Yang mereka lepaskan bukan tanggung jawab, melainkan anggapan bahwa mereka memegang seluruh keterangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

allaamu l-ghuyuub diterjemahkan 'yang berilmu akan segala yang gaib' (intensif ganda tak ditandai); ujibTUM = 2MP (para rasul) diterjemahkan '(kaum kalian)…(seruan) kalian'. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').