إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَنْ يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ ۖ قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Ketika hawariyyun berkata, “Wahai Isa putra Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan kepada kami hidangan dari langit?” Ia berkata, “Bertakwalah kepada Allah, jika kalian orang-orang beriman.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَنْ يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِidz qaala l-hawaariyyuuna yaa iisaa bna maryama hal yastatii'u rabbuka an yunazzila alaynaa maa'idatan mina s-samaa'iketika hawariyyun berkata, wahai Isa putra Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan kepada kami hidangan dari langit
  2. قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَqaala ttaquu llaaha in kuntum mu'miniinaia berkata, bertakwalah kepada Allah, jika kalian orang-orang beriman
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, h-w-r, b-n-y, t-w-', r-b-b, n-z-l, m-y-d, s-m-w, w-q-y, a-l-h, k-w-n, a-m-n): al-hawaariyyuun diterjemahkan 'para hawaariyyuun (pengikut setia)'; yastatii'u diterjemahkan 'sanggup', استطاع, akar t-w-' (putaran 58: istataa'a=mampu/berdaya); maa'idah diterjemahkan 'hidangan'. gloss '(Ingatlah)/(bersediakah)' dibuang.

Aplikasi

Respons Isa terhadap permintaan mukjizat bukan langsung mengabulkan, melainkan menegur balik dengan panggilan bertakwa, menyiratkan bahwa permintaan bukti ajaib berulang-ulang bisa menjadi tanda kekurangan iman, bukan pertumbuhannya. Konkretnya: waspadai kecenderungan terus-menerus menuntut bukti lebih sebelum bersedia percaya atau berkomitmen, pada titik tertentu, permintaan bukti berulang bukan lagi soal mencari kebenaran, melainkan penghindaran dari komitmen yang sebenarnya sudah cukup beralasan.