إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَنْ يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ ۖ قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Ketika hawariyyun berkata, “Wahai Isa putra Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan kepada kami hidangan dari langit?” Ia berkata, “Bertakwalah kepada Allah, jika kalian orang-orang beriman.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَنْ يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِidz qaala l-hawaariyyuuna yaa 'iisaa bna maryama hal yastathii'u rabbuka an yunazzila 'alaynaa maa'idatan mina s-samaa'iketika hawariyyun berkata, wahai Isa putra Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan kepada kami hidangan dari langit
- قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَqaala ttaquu llaaha in kuntum mu'miniinaia berkata, bertakwalah kepada Allah, jika kalian orang-orang beriman
Terjemahan per kata (22 kata)
- إِذْidzketika
- قَالَqaalaberkata
- الْحَوَارِيُّونَl-hawaariyyuunapara hawari
- يَاyaawahai
- عِيسَى'iisaaIsa
- ابْنَbnaputra
- مَرْيَمَmaryamaMaryam
- هَلْhalapakah
- يَسْتَطِيعُyastathii'usanggup
- رَبُّكَrabbukaTuhanmu
- أَنْanuntuk
- يُنَزِّلَyunazzilamenurunkan
- عَلَيْنَا'alaynaaatas kami
- مَائِدَةًmaa'idatanhidangan
- مِنَminadari
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- قَالَqaalaberkata
- اتَّقُواttaquubertakwalah kalian
- اللَّهَllaahaAllah
- إِنْinjika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- مُؤْمِنِينَmu'miniinaorang-orang beriman
Inti bacaan
Respons Isa terhadap permintaan mukjizat bukan langsung mengabulkan, melainkan menegur balik dengan panggilan bertakwa, menyiratkan bahwa permintaan bukti ajaib berulang-ulang bisa menjadi tanda kekurangan iman, bukan pertumbuhannya. Konkretnya: waspadai kecenderungan terus-menerus menuntut bukti lebih sebelum bersedia percaya atau berkomitmen, pada titik tertentu, permintaan bukti berulang bukan lagi soal mencari kebenaran, melainkan penghindaran dari komitmen yang sebenarnya sudah cukup beralasan.
Penjelasan pilihan kata
'Hawariyyun' dikonsistenkan konsisten 5:111. Kutip 'qaala'×2 (hawariyyun bertanya, Isa menjawab) dikonfirmasi morfologi.
Tafsiran
Ayat ini membuka permintaan hawariyyun akan hidangan dari langit sebagai bukti kekuasaan Allah, dijawab Isa dengan peringatan bertakwa sebagai syarat keimanan sejati.
Renungan dan Hikmah
- Yang mereka tanyakan sanggupkah Tuhannya menurunkan hidangan. Bukan maukah. Pertanyaan tentang kesanggupan yang diajukan orang yang sudah lama menyaksikan sedang menyingkap sesuatu tentang penanya, bukan tentang yang ditanyakan.
- Isa tidak menjawab sanggup atau tidak; yang ia sebut justru perintah bertakwa kepada Allah. Pertanyaannya tidak dilayani. Ada permintaan yang jawabannya memang bukan pemenuhannya, melainkan pemeriksaan atas alasan memintanya.
- Jawabannya ditutup dengan syarat tentang keimanan mereka kepada Allah sendiri. Perkaranya dikembalikan. Orang yang meminta bukti sambil mengaku sudah percaya diajak melihat bahwa dua hal itu tidak berjalan bersama semudah yang ia kira.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, h-w-r, b-n-y, t-w-', r-b-b, n-z-l, m-y-d, s-m-w, w-q-y, a-l-h, k-w-n, a-m-n): al-hawaariyyuun diterjemahkan 'para hawaariyyuun (pengikut setia)'; yastatii'u diterjemahkan 'sanggup', استطاع, akar t-w-' (putaran 58: istataa'a=mampu/berdaya); maa'idah diterjemahkan 'hidangan'. gloss '(Ingatlah)/(bersediakah)' dibuang.