قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Isa putra Maryam berdoa, “Ya Allah, Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit yang akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda dari-Mu. Dan berilah kami rezeki, Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَqaala 'iisaa bnu maryama allaahumma rabbanaa anzil 'alaynaa maa'idatan mina s-samaa'i takuunu lanaa 'iidan li-awwalinaa wa-aakhirinaa wa-aayatan minkaIsa putra Maryam berdoa, ya Allah, Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit yang akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda dari-Mu
- وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَwa-rzuqnaa wa-anta khayru r-raaziqiinadan berilah kami rezeki, Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki
Terjemahan per kata (22 kata)
- قَالَqaalaberkata
- عِيسَى'iisaaIsa
- ابْنُbnuputra
- مَرْيَمَmaryamaMaryam
- اللَّهُمَّallaahummaya Allah
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- أَنْزِلْanzilturunkanlah
- عَلَيْنَا'alaynaaatas kami
- مَائِدَةًmaa'idatanhidangan
- مِنَminadari
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- تَكُونُtakuunumenjadi
- لَنَاlanaabagi kami
- عِيدًا'iidanhari raya
- لِأَوَّلِنَاli-awwalinaabagi orang pertama kami
- وَآخِرِنَاwa-aakhirinaadan orang terakhir kami
- وَآيَةًwa-aayatandan tanda
- مِنْكَminkadari-Mu
- وَارْزُقْنَاwa-rzuqnaadan berilah kami rezeki
- وَأَنْتَwa-antadan Engkau
- خَيْرُkhayrusebaik-baik
- الرَّازِقِينَr-raaziqiinapara pemberi rezeki
Inti bacaan
Doa Isa meminta agar mukjizat itu menjadi 'hari raya bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami', permintaan ini melampaui kepentingan generasi saat itu saja, sengaja dirancang menjadi warisan makna bagi generasi mendatang. Konkretnya: ketika meminta atau merancang sesuatu yang penting, pertimbangkan dampaknya melampaui kepentingan diri sendiri saat ini, nilai yang benar-benar bermakna adalah yang bisa diwariskan dan terus relevan bagi generasi setelahnya.
Tafsiran
Ayat ini mencatat doa Isa memohon hidangan langit sebagai perayaan abadi lintas generasi dan tanda kekuasaan Allah, sekaligus permohonan rezeki kepada sebaik-baik pemberi rezeki.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Isa membuka dengan Ya Allah, Tuhan kami. Bukan Tuhanku. Permintaan untuk orang banyak dibuka dengan sebutan yang memasukkan mereka.
- Allah merekam ia meminta bukan makanan saja, melainkan hidangan yang menjadi hari raya. Peringatan. Yang dipikirkan bukan kenyangnya hari itu, melainkan apa yang tertinggal sesudahnya.
- Ia menyebut bagi yang bersama kami maupun yang datang setelah kami. Dua generasi. Permintaan sesaat diperluas mencakup orang yang belum ada.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Ya” diterjemahkan “Ya”; “bagi kekuasaan-Mu.” diterjemahkan “dari-Mu.”; “rezeki.”” diterjemahkan “rezeki. aayah: konsisten dgn 353 ayat 'tanda' di DB; kegoyahan terjemahan lain (mis. 6:37 'bukti (mukjizat)') = QS 4:82 menangkap terjemahan, bukan Qur'an. Dalam ayat ini, 'aayah' indefinit (tanpa kata sandang). aayah diterjemahkan 'tanda' TANPA pengecualian: satu lema utk 353 ayat (corpus); tambahan '(kebesaran)/(kekuasaan)' bukan bagian teks.