قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Isa putra Maryam berdoa, “Ya Allah, Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit yang akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda dari-Mu. Dan berilah kami rezeki, Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَqaala iisaa bnu maryama allaahumma rabbanaa anzil alaynaa maa'idatan mina s-samaa'i takuunu lanaa iidan li-awwalinaa wa-aakhirinaa wa-aayatan minkaIsa putra Maryam berdoa, ya Allah, Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit yang akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda dari-Mu
  2. وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَwa-rzuqnaa wa-anta khayru r-raaziqiinadan berilah kami rezeki, Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: ““Ya” diterjemahkan “"Ya”; “bagi kekuasaan-Mu.” diterjemahkan “dari-Mu.”; “rezeki.”” diterjemahkan “rezeki."”. aayah: konsisten dgn 353 ayat 'tanda' di DB; kegoyahan terjemahan lain (mis. 6:37 'bukti (mukjizat)') = QS 4:82 menangkap terjemahan, bukan Qur'an. sebagian penerjemah: 'Jesus,1 son of Mary said:2 “O God, our Lord: send Thou down upon us a table spread3 from the sky to be a feast for us, for the first of us and the last of us, and a proof4 from Thee; and give Thou us provision; and Thou art the best of providers.”' Corpus ayat ini: «'aAyapF, INDEFINIT». aayah diterjemahkan 'tanda' TANPA pengecualian: satu lema utk 353 ayat (corpus); tambahan '(kebesaran)/(kekuasaan)' bukan bagian teks.

Aplikasi

Doa Isa meminta agar mukjizat itu menjadi 'hari raya bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami', permintaan ini melampaui kepentingan generasi saat itu saja, sengaja dirancang menjadi warisan makna bagi generasi mendatang. Konkretnya: ketika meminta atau merancang sesuatu yang penting, pertimbangkan dampaknya melampaui kepentingan diri sendiri saat ini, nilai yang benar-benar bermakna adalah yang bisa diwariskan dan terus relevan bagi generasi setelahnya.