قَالَ اللَّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۖ فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لَا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menurunkannya kepada kalian. Maka siapa yang kufur setelah itu di antara kalian, sesungguhnya Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara seisi alam.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَ اللَّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْqaala llaahu innii munazziluhaa 'alaykumAllah berfirman, sesungguhnya Aku akan menurunkannya kepada kalian
  2. فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لَا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَfa-man yakfur ba'du minkum fa-innii u'adzdzibuhu 'adzaaban laa u'adzdzibuhu ahadan mina l-'aalamiinamaka siapa yang kufur setelah itu di antara kalian, sesungguhnya Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara seisi alam

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. اللَّهُllaahuAllah
  3. إِنِّيinniisesungguhnya Aku
  4. مُنَزِّلُهَاmunazziluhaayang menurunkannya
  5. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  6. فَمَنْfa-manmaka orang yang
  7. يَكْفُرْyakfurkafir
  8. بَعْدُba'dusetelah itu
  9. مِنْكُمْminkumdari kalian
  10. فَإِنِّيfa-inniimaka sesungguhnya Aku
  11. أُعَذِّبُهُu'adzdzibuhuAku mengazabnya
  12. عَذَابًا'adzaabanazab
  13. لَاlaatidak
  14. أُعَذِّبُهُu'adzdzibuhuAku mengazabnya
  15. أَحَدًاahadanseorang pun
  16. مِنَminadari
  17. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Ancaman azab yang belum pernah ditimpakan kepada siapa pun menunjukkan bahwa tanggung jawab meningkat drastis setelah menyaksikan bukti langsung yang luar biasa jelas, semakin besar bukti yang diberikan, semakin berat konsekuensi menolaknya setelahnya. Konkretnya: privilese menyaksikan kebenaran secara jelas dan langsung datang dengan tanggung jawab yang sepadan, semakin jelas sesuatu ditunjukkan kepada seseorang, semakin berat pertanggungjawaban jika ia memilih mengingkarinya.

Tafsiran

Ayat ini menutup kisah hidangan langit dengan janji Allah mengabulkan permintaan tersebut, disertai ancaman azab terberat sepanjang sejarah bagi siapa yang tetap kufur setelahnya: penegasan bahwa mukjizat yang jelas menuntut pertanggungjawaban lebih besar.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengabulkan permintaan hidangan itu, dan menyertakan peringatan dalam kalimat yang sama. Bukan dua ayat terpisah. Pemberian dan tanggung jawabnya datang bersamaan.
  • Ancamannya azab yang belum pernah Dia timpakan kepada siapa pun di seisi alam. Ukurannya unik. Yang menerima bukti seterang itu diukur dengan takaran yang berbeda.
  • Allah menaikkan akibatnya justru karena bukti yang diberikan lebih besar. Hubungannya lurus. Semakin jelas sesuatu diperlihatkan, semakin berat menolaknya sesudah itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Gloss '(manusia)' terjemahan lain pada 'seluruh alam' = pengakuan (aalamiin=orang); kini tak perlu, 'seisi alam' memikulnya; alayKUM/minKUM 2MP diterjemahkan kalian. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.