إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Jika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau, Engkaulah yang digdaya lagi penuh hikmah.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَin tu'adzdzibhum fa-innahum ibaadukajika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu
  2. وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُwa-in taghfir lahum fa-innaka anta l-aziizu l-hakiimudan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau, Engkaulah yang digdaya lagi penuh hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: '“If Thou punish them, they are Thy servants; and if Thou forgive them, Thou art the Exalted in Might, the Wise.”1)' Corpus ayat ini: «tagofiro, tanpa-al». ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').

Aplikasi

Kepasrahan penuh Isa dalam menyerahkan nasib pengikutnya kepada keputusan Allah, tanpa mendikte hasil yang diinginkan, menunjukkan penerimaan total terhadap otoritas yang lebih tinggi. Konkretnya: ketika mendoakan atau mengkhawatirkan nasib orang lain yang dicintai, ada titik di mana melepaskan hasil akhir kepada yang lebih berwenang, bukan terus mencoba mengendalikan, adalah bentuk kepercayaan yang sehat, bukan sikap tidak peduli.