إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Jika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau, Engkaulah yang digdaya lagi penuh hikmah.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَin tu'adzdzibhum fa-innahum 'ibaadukajika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu
- وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُwa-in taghfir lahum fa-innaka anta l-'aziizu l-hakiimudan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau, Engkaulah yang digdaya lagi penuh hikmah
Terjemahan per kata (11 kata)
- إِنْinjika
- تُعَذِّبْهُمْtu'adzdzibhumEngkau mengazab mereka
- فَإِنَّهُمْfa-innahummaka sesungguhnya mereka
- عِبَادُكَ'ibaadukahamba-hamba-Mu
- وَإِنْwa-indan jika
- تَغْفِرْtaghfirEngkau mengampuni
- لَهُمْlahumbagi mereka
- فَإِنَّكَfa-innakamaka sesungguhnya Engkau
- أَنْتَantaEngkau
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah
Inti bacaan
Kepasrahan penuh Isa dalam menyerahkan nasib pengikutnya kepada keputusan Allah, tanpa mendikte hasil yang diinginkan, menunjukkan penerimaan total terhadap otoritas yang lebih tinggi. Konkretnya: ketika mendoakan atau mengkhawatirkan nasib orang lain yang dicintai, ada titik di mana melepaskan hasil akhir kepada yang lebih berwenang, bukan terus mencoba mengendalikan, adalah bentuk kepercayaan yang sehat, bukan sikap tidak peduli.
Tafsiran
Ayat ini menutup pembelaan Isa dengan penyerahan total kepada kehendak Allah: apakah menyiksa atau mengampuni umatnya, keduanya adalah keputusan yang sepenuhnya berada dalam kuasa dan kebijaksanaan Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Isa menyebut jika Engkau menyiksa mereka, mereka hamba-Mu; jika Engkau mengampuni, Engkau digdaya lagi penuh hikmah. Dua-duanya diserahkan. Tak satu pun ia usulkan.
- Alasan yang Allah rekam pada kemungkinan pertama: mereka hamba-Mu. Bukan pembelaan. Yang disebut hak kepemilikan, dan itu menutup keberatan atas keputusan apa pun.
- Untuk kemungkinan pengampunan, ia menyebut Engkau digdaya lagi penuh hikmah. Bukan pengampun. Nama yang dipilih menutup anggapan bahwa mengampuni tanda kelemahan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'ghafara' tanpa kata sandang al-. ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').