هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ۖ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ

Dialah yang menciptakan kalian dari tanah liat, kemudian menetapkan suatu ajal; dan ajal yang ditentukan ada di sisi-Nya; kemudian kalian masih meragukan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًاhuwa lladzii khalaqakum min tiinin tsumma qadaa ajalanDialah yang menciptakan kalian dari tanah liat, kemudian menetapkan suatu ajal
  2. وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُwa-ajalun musamman indahudan ajal yang ditentukan ada di sisi-Nya
  3. ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَtsumma antum tamtaruunakemudian kalian masih meragukan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar kh-l-q, t-y-n, q-d-y, a-j-l, s-m-w, '-n-d, m-r-y): tiin diterjemahkan 'tanah liat' (lebih spesifik dari 'tanah'/turaab, terjemahan lain); qadaa ajalan diterjemahkan 'menetapkan ajal' (akar q-d-y); tamtaruun diterjemahkan 'meragukan' (akar m-r-y). gloss '(masing-masing)/(untuk kebangkitan setelah mati)' dibuang.

Aplikasi

Penciptaan manusia 'dari tanah liat' disertai penetapan 'ajal' (batas waktu) menempatkan keterbatasan hidup sebagai bagian dari desain, bukan kecelakaan yang perlu ditakuti berlebihan. Konkretnya: menerima keterbatasan waktu hidup sebagai bagian integral dari desain penciptaan (bukan ancaman yang harus dihindari pembicaraannya) membantu menjalani hidup dengan kesadaran akan batasnya, bukan penyangkalan terhadap kefanaan.