هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ۖ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ

Dialah yang menciptakan kalian dari tanah liat, kemudian menetapkan suatu ajal; dan ajal yang ditentukan ada di sisi-Nya; kemudian kalian masih meragukan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًاhuwa lladzii khalaqakum min thiinin tsumma qadhaa ajalanDialah yang menciptakan kalian dari tanah liat, kemudian menetapkan suatu ajal
  2. وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُwa-ajalun musamman 'indahudan ajal yang ditentukan ada di sisi-Nya
  3. ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَtsumma antum tamtaruunakemudian kalian masih meragukan

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. هُوَhuwaDia
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. خَلَقَكُمْkhalaqakummenciptakan kalian
  4. مِنْmindari
  5. طِينٍthiinintanah
  6. ثُمَّtsummakemudian
  7. قَضَىٰqadhaamemutuskan
  8. أَجَلًاajalanajal
  9. وَأَجَلٌwa-ajalundan ajal
  10. مُسَمًّىmusammanyang ditentukan
  11. عِنْدَهُ'indahudi sisi-Nya
  12. ثُمَّtsummakemudian
  13. أَنْتُمْantumkalian
  14. تَمْتَرُونَtamtaruunakalian meragukan

Inti bacaan

Penciptaan manusia 'dari tanah liat' disertai penetapan 'ajal' (batas waktu) menempatkan keterbatasan hidup sebagai bagian dari desain, bukan kecelakaan yang perlu ditakuti berlebihan. Konkretnya: menerima keterbatasan waktu hidup sebagai bagian integral dari desain penciptaan (bukan ancaman yang harus dihindari pembicaraannya) membantu menjalani hidup dengan kesadaran akan batasnya, bukan penyangkalan terhadap kefanaan.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan penciptaan manusia dari tanah liat dan penetapan ajal: dua fakta jelas yang seharusnya mencegah keraguan, namun manusia tetap meragukannya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua ajal: satu ditetapkan, satu ada di sisi-Nya. Dua-duanya. Yang disebut bukan satu batas, melainkan dua.
  • Kalimatnya ditutup dengan kemudian kalian masih meragukan. Kata kemudian. Keraguan itu ditaruh sebagai lanjutan urutan, bukan sebagai bantahan terpisah.
  • Allah menyebut bahan awalnya tanah liat. Yang bisa dipegang. Yang meragukan dibuat dari sesuatu yang ada di bawah kakinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-l-q, t-y-n, q-d-y, a-j-l, s-m-w, '-n-d, m-r-y): tiin diterjemahkan 'tanah liat' (lebih spesifik dari 'tanah'/turaab, terjemahan lain); qadaa ajalan diterjemahkan 'menetapkan ajal' (akar q-d-y); tamtaruun diterjemahkan 'meragukan' (akar m-r-y). gloss '(masing-masing)/(untuk kebangkitan setelah mati)' dibuang.