وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ
Tidaklah datang kepada mereka satu tanda pun dari tanda-tanda Tuhan mereka, kecuali mereka selalu berpaling darinya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَwa-maa ta'tiihim min aayatin min aayaati rabbihim illaa kaanuu anhaa mu'ridiinatidaklah datang kepada mereka satu tanda pun dari tanda-tanda Tuhan mereka, kecuali mereka selalu berpaling darinya
Catatan pilihan kata (ringkas)
Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'And there comes to them no proof among the proofs of their Lord but they turn away therefrom:'
Aplikasi
Pola berulang 'tidaklah datang tanda... kecuali mereka berpaling' menunjukkan bahwa penolakan yang sudah menjadi kebiasaan tidak akan berubah hanya karena bukti tambahan, kondisi hati yang tertutup tidak diperbaiki oleh lebih banyak informasi semata. Konkretnya: menyodorkan lebih banyak bukti kepada seseorang yang sudah memiliki pola penolakan mengakar sering tidak efektif, mengenali kapan masalahnya bukan kurangnya informasi, melainkan keengganan mendasar untuk menerima, membantu menyesuaikan pendekatan yang lebih tepat.