أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ

Tidakkah mereka melihat berapa banyak generasi yang Kami binasakan sebelum mereka, yang telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi yang tidak Kami teguhkan bagi kalian, dan Kami curahkan hujan lebat atas mereka dari langit, dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, lalu Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka, dan Kami tumbuhkan sesudah mereka generasi yang lain.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَa-lam yaraw kam ahlaknaa min qablihim min qarnin makkannaahum fii l-ardhi maa lam numakkin lakum wa-arsalnaa s-samaa'a 'alayhim midraaran wa-ja'alnaa l-anhaara tajrii min tahtihim fa-ahlaknaahum bi-dzunuubihim wa-ansya'naa min ba'dihim qarnan aakhariinatidakkah mereka melihat berapa banyak generasi yang Kami binasakan sebelum mereka, yang telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi yang tidak Kami teguhkan bagi kalian, dan Kami curahkan hujan lebat atas mereka dari langit, dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, lalu Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka, dan Kami tumbuhkan sesudah mereka generasi yang lain

Terjemahan per kata (31 kata)

  1. أَلَمْa-lamtidakkah
  2. يَرَوْاyarawmereka melihat
  3. كَمْkambetapa banyak
  4. أَهْلَكْنَاahlaknaaKami binasakan
  5. مِنْmindari
  6. قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
  7. مِنْmindari
  8. قَرْنٍqarningenerasi
  9. مَكَّنَّاهُمْmakkannaahumKami meneguhkan mereka
  10. فِيfiidi
  11. الْأَرْضِl-ardhibumi
  12. مَاmaaapa yang
  13. لَمْlamtidak
  14. نُمَكِّنْnumakkinKami meneguhkan
  15. لَكُمْlakumbagi kalian
  16. وَأَرْسَلْنَاwa-arsalnaadan Kami mengutus
  17. السَّمَاءَs-samaa'alangit
  18. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  19. مِدْرَارًاmidraaranyang lebat
  20. وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
  21. الْأَنْهَارَl-anhaarasungai-sungai
  22. تَجْرِيtajriimengalir
  23. مِنْmindari
  24. تَحْتِهِمْtahtihimbawah mereka
  25. فَأَهْلَكْنَاهُمْfa-ahlaknaahummaka Kami membinasakan mereka
  26. بِذُنُوبِهِمْbi-dzunuubihimkarena dosa-dosa mereka
  27. وَأَنْشَأْنَاwa-ansya'naadan Kami menumbuhkan
  28. مِنْmindari
  29. بَعْدِهِمْba'dihimsesudah mereka
  30. قَرْنًاqarnangenerasi
  31. آخَرِينَaakhariinayang lain

Inti bacaan

Generasi-generasi yang dibinasakan sebelumnya justru sempat diberi kedudukan kokoh, hujan lebat, dan sungai mengalir, kemakmuran material bukan bukti keberkahan permanen, sebab kehancuran datang justru setelah puncak kemakmuran itu karena dosa. Konkretnya: jangan menafsirkan kemakmuran atau kekuasaan sebagai jaminan otomatis bahwa jalan yang ditempuh sudah benar, sejarah generasi yang runtuh justru dari puncak kejayaan adalah data empiris, bukan sekadar klaim keagamaan, yang layak jadi bahan refleksi rutin oleh siapa pun yang sedang di atas.

Penjelasan pilihan kata

'As-samaa'a' (langit, sumber hujan) dipertahankan terintegrasi 'dari langit' tanpa kurung sbg pelengkap gramatikal wajib menjelaskan mekanisme 'arsalnaa...midraaran' (Kami curahkan...lebat).

Tafsiran

Ayat ini mengingatkan nasib generasi-generasi terdahulu yang lebih kokoh kedudukannya namun dibinasakan karena dosa-dosa mereka: sebuah peringatan bagi generasi yang sekarang.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut generasi itu 'Kami teguhkan kedudukannya di bumi yang tidak Kami teguhkan bagi kalian'. Yang binasa lebih kuat daripada yang sedang diperingatkan. Perbandingan itu menutup pembelaan bahwa kekokohan hari ini menjamin apa pun tentang esok.
  • Urutan yang disebut Allah: hujan lebat dicurahkan, sungai-sungai mengalir di bawah mereka, lalu mereka dibinasakan. Kemakmuran mendahului kehancuran, bukan menjauhkannya. Yang paling mudah dibaca sebagai tanda ridha ternyata bisa berdiri persis sebelum yang sebaliknya.
  • Ayat ini dibuka dengan 'tidakkah mereka melihat'. Buktinya berupa reruntuhan yang ada di bumi yang sama, bukan keterangan yang harus dipercaya. Yang diminta bukan menerima sebuah kabar, melainkan memperhatikan sesuatu yang memang bisa didatangi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, h-l-k, q-b-l, q-r-n, m-k-n, a-r-d, r-s-l, s-m-w, d-r-r, j-'-l, n-h-r, j-r-y, t-h-t, dz-n-b, n-sh-a, b-'-d, a-kh-r): qarn diterjemahkan 'generasi'; makkannaa diterjemahkan 'Kami teguhkan kedudukan' (akar m-k-n); as-samaa' midraaran diterjemahkan 'hujan lebat (dari langit)'; ansha'naa diterjemahkan 'Kami tumbuhkan'. gloss '(Yaitu)' dibuang.