وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَابًا فِي قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

Dan sekiranya Kami turunkan kepadamu sebuah kitab dalam bentuk kertas, lalu mereka menyentuhnya dengan tangan mereka, pastilah orang-orang yang kufur berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَابًا فِي قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌwa-law nazzalnaa alayka kitaaban fii qirtaasin fa-lamasuuhu bi-aydiihim la-qaala lladziina kafaruu in haadzaa illaa sihrun mubiinundan sekiranya Kami turunkan kepadamu sebuah kitab dalam bentuk kertas, lalu mereka menyentuhnya dengan tangan mereka, pastilah orang-orang yang kufur berkata, ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar n-z-l, k-t-b, q-r-t-s, l-m-s, y-d-y, q-w-l, k-f-r, s-h-r, b-y-n): qirtaas diterjemahkan 'kertas/lembaran'; lamasuuhu diterjemahkan 'menyentuhnya'; sihr mubiin diterjemahkan 'sihir yang nyata'. gloss '(Nabi Muhammad)/(berupa tulisan)/(sendiri)' dibuang.

Aplikasi

Skenario hipotetis ini menunjukkan bahwa bukti fisik paling konkret sekalipun (kitab di atas kertas yang bisa disentuh langsung) tidak akan memuaskan orang yang sudah bertekad menolak, mereka akan tetap mencari alasan lain untuk menampik. Konkretnya: saat berhadapan dengan penolakan yang keras kepala, sadari bahwa masalahnya sering bukan kekurangan bukti, melainkan keengganan mendasar untuk menerima, menambah bukti pada orang yang sudah menutup diri jarang mengubah keputusan, jadi ukur dulu apakah pintu itu benar-benar terbuka sebelum menghabiskan energi menyodorkan lebih banyak data.