قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ ثُمَّ انْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

Katakanlah, “Berjalanlah di bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana akhir orang-orang yang mendustakan.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ ثُمَّ انْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَqul siiruu fii l-ardi tsumma nzhuruu kayfa kaana aaqibatu l-mukadzdzibiinakatakanlah, berjalanlah di bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana akhir orang-orang yang mendustakan
Aplikasi

Perintahnya bukan 'percayalah saja' tapi 'berjalanlah dan perhatikan', anjuran eksplisit untuk penyelidikan empiris/historis atas nasib generasi yang mendustakan, bukan kepercayaan buta. Konkretnya: sebelum menerima atau menolak sebuah klaim penting, biasakan menelusuri jejak/riwayat/data konkret yang bisa diperiksa sendiri (sejarah, bukti lapangan) daripada hanya mengandalkan argumen abstrak, verifikasi lewat pengamatan langsung adalah metode yang dianjurkan teks ini sendiri.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, s-y-r, a-r-d, n-zh-r, k-y-f, k-w-n, '-q-b, k-dz-b): siiruu fii l-ard diterjemahkan 'berjalanlah di bumi' (akar s-y-r); aaqibah diterjemahkan 'akhir/akibat' (akar '-q-b). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.