وَلَهُ مَا سَكَنَ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Dan milik-Nyalah segala sesuatu yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dialah yang mendengar lagi mengetahui.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَهُ مَا سَكَنَ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِwa-lahu maa sakana fii l-layli wa-n-nahaaridan milik-Nyalah segala sesuatu yang ada pada malam dan siang hari
- وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُwa-huwa s-samii'u l-'aliimudan Dialah yang mendengar lagi mengetahui
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَلَهُwa-lahudan bagi-Nya
- مَاmaaapa yang
- سَكَنَsakanaberdiam
- فِيfiipada
- اللَّيْلِl-laylimalam
- وَالنَّهَارِwa-n-nahaaridan siang
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- السَّمِيعُs-samii'uYang Mendengar
- الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu
Inti bacaan
Cakupan kepemilikan yang eksplisit meliputi 'malam dan siang', tidak ada waktu yang berada di luar jangkauan itu, baik yang tampak (siang) maupun yang tersembunyi (malam). Konkretnya: kesadaran bahwa tidak ada 'jam bebas pengawasan', perilaku yang dilakukan diam-diam di waktu tersembunyi tunduk pada standar yang sama dengan yang dilakukan terang-terangan, sehingga integritas perlu konsisten sepanjang waktu, bukan hanya saat terlihat orang.
Tafsiran
Ayat ini memperluas kepemilikan Allah mencakup segala yang bergerak dan diam pada malam maupun siang, disertai penegasan bahwa Dia mendengar dan mengetahui segalanya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kepemilikan itu lewat waktu, bukan lewat tempat. Malam dan siang. Yang dibagi bukan wilayahnya, melainkan jamnya.
- Yang disebut segala sesuatu yang ada pada keduanya. Bukan keduanya saja. Isinya ikut, bukan cuma wadahnya.
- Allah menutup dengan mendengar lagi mengetahui. Sesudah menyebut malam. Yang gelap tak menghalangi keduanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').