قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah, “Apakah selain Allah, Pencipta langit dan bumi, sedangkan Dia memberi makan dan tidak diberi makan, akan aku jadikan pelindung?” Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan agar menjadi orang pertama yang berserah diri, dan janganlah sekali-kali engkau termasuk golongan orang-orang musyrik.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُqul a-ghayra llaahi attakhidzu waliyyan faathiri s-samaawaati wa-l-ardhi wa-huwa yuth'imu wa-laa yuth'amukatakanlah, apakah selain Allah, Pencipta langit dan bumi, sedangkan Dia memberi makan dan tidak diberi makan, akan aku jadikan pelindung
  2. قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَqul innii umirtu an akuuna awwala man aslamakatakanlah, sesungguhnya aku diperintahkan agar menjadi orang pertama yang berserah diri
  3. وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَwa-laa takuunanna mina l-musyrikiinadan janganlah sekali-kali engkau termasuk golongan orang-orang musyrik

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. أَغَيْرَa-ghayraapakah selain
  3. اللَّهِllaahiAllah
  4. أَتَّخِذُattakhidzuaku mengambil
  5. وَلِيًّاwaliyyanpelindung
  6. فَاطِرِfaathiriPencipta
  7. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  8. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  9. وَهُوَwa-huwasedangkan Dia
  10. يُطْعِمُyuth'imumemberi makan
  11. وَلَاwa-laadan tidak pula
  12. يُطْعَمُyuth'amudiberi makan
  13. قُلْqulkatakanlah
  14. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  15. أُمِرْتُumirtuaku diperintahkan
  16. أَنْanuntuk
  17. أَكُونَakuunaaku menjadi
  18. أَوَّلَawwalaorang pertama
  19. مَنْmanorang yang
  20. أَسْلَمَaslamaberserah diri
  21. وَلَاwa-laadan tidak pula
  22. تَكُونَنَّtakuunannaengkau menjadi
  23. مِنَminadari
  24. الْمُشْرِكِينَl-musyrikiinaorang-orang musyrik

Inti bacaan

Kriteria pelindung sejati yang diajukan: yang 'memberi makan dan tidak diberi makan', yakni yang berdiri sendiri (tidak bergantung), bukan yang justru butuh disokong. Konkretnya: saat memilih ke mana menaruh kepercayaan/perlindungan utama dalam hidup (relasi, institusi, harta), pertimbangkan apakah sumber itu sendiri stabil dan tidak rapuh, bergantung sepenuhnya pada sesuatu yang sama rentannya denganmu adalah fondasi yang keliru.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan penolakan mengambil pelindung selain Allah, Pencipta langit dan bumi yang memberi makan tanpa membutuhkan makan: disertai perintah agar menjadi yang pertama berserah diri dan menjauhi kemusyrikan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh bertanya apakah selain-Nya akan dijadikan pelindung, sambil menyebut Dia Pencipta langit dan bumi, yang memberi makan dan tak diberi makan. Tiga keterangan. Perbandingannya sudah selesai sebelum jawabannya diucapkan.
  • Dua sifat yang disandingkan: memberi makan, tidak diberi makan. Arahnya satu. Yang layak dijadikan sandaran adalah yang tak menyandarkan diri kepada siapa pun.
  • Allah menyuruh menyatakan ia diperintahkan menjadi orang pertama yang berserah diri. Bukan yang menyuruh. Yang menyeru menempatkan dirinya di barisan paling depan sebagai yang menjalankan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'berserah'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.