مَنْ يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُ ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ
Siapa yang dijauhkan darinya pada hari itu, maka sungguh Dia telah merahmatinya. Dan itulah keberuntungan yang nyata.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَنْ يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُman yusraf anhu yawma'idzin fa-qad rahimahusiapa yang dijauhkan darinya pada hari itu, maka sungguh Dia telah merahmatinya
- وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْمُبِينُwa-dzaalika l-fawzu l-mubiinudan itulah keberuntungan yang nyata
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…maka sungguh Dia telah merahmatinya. Itulah keberuntungan ya…”. sebagian penerjemah: 'From whom it is averted, that day, He will have had mercy1 upon him; and that is the clear achievement.2' Corpus ayat ini: «raHima, tanpa-al». verba rahima diterjemahkan keluarga 'merahmati/memberi rahmat' (sejalan raahimiin diterjemahkan 'pemberi rahmat', kata terjemahan lain SENDIRI di 23:109).
Aplikasi
Definisi 'keberuntungan yang nyata' di sini murni soal terhindar dari konsekuensi buruk di titik akhir, bukan pencapaian duniawi seperti kekayaan atau status. Konkretnya: saat mengevaluasi apakah hidup 'berhasil', ukuran yang diajukan teks ini adalah keselamatan dari kerusakan mendasar (moral/spiritual), bukan metrik eksternal, patokan ini berguna untuk mengoreksi ambisi yang keliru arah.