وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ ۗ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan tanda-tanda-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِwa-man azhlamu mimmani ftaraa 'alaa llaahi kadziban aw kadzdzaba bi-aayaatihidan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan tanda-tanda-Nya
- إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَinnahu laa yuflihu zh-zhaalimuunasesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung
Terjemahan per kata (14 kata)
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- أَظْلَمُazhlamulebih zalim
- مِمَّنِmimmanidaripada siapa
- افْتَرَىٰftaraamengada-ada
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- كَذِبًاkadzibankebohongan
- أَوْawatau
- كَذَّبَkadzdzabamendustakan
- بِآيَاتِهِbi-aayaatihipada tanda-tanda-Nya
- إِنَّهُinnahusesungguhnya
- لَاlaatidak
- يُفْلِحُyuflihuberuntung
- الظَّالِمُونَzh-zhaalimuunaorang-orang zalim
Inti bacaan
Kebohongan yang diarahkan pada otoritas tertinggi (mengatasnamakan Allah untuk klaim palsu) ditempatkan sebagai bentuk kezaliman tertinggi, lebih serius daripada kebohongan biasa karena menyalahgunakan sumber kebenaran itu sendiri. Konkretnya: berhati-hati ekstra saat mengatasnamakan otoritas tinggi (agama, sains, institusi terpercaya) untuk mendukung klaim pribadi, menyalahgunakan kredibilitas sumber yang dipercaya orang banyak adalah pelanggaran yang lebih berat daripada berbohong atas nama diri sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada kezaliman yang lebih besar daripada berdusta atas nama Allah atau mendustakan tanda-tanda-Nya: orang yang zalim tidak akan pernah beruntung.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyandingkan mengada-adakan kebohongan atas-Nya dengan mendustakan tanda-tanda-Nya. Menambah dan mengurangi. Keduanya disebut dalam satu pertanyaan, jadi satu jenis kezaliman.
- Bentuknya pertanyaan tentang siapa yang lebih zalim. Tak ada jawabannya. Perbandingan yang dibuka begitu tidak menyisakan kandidat lain.
- Allah menutup dengan menyebut mereka tidak beruntung. Bukan dihukum. Kata dagang dipakai, dan yang dihitung selisih antara yang dikeluarkan dan yang didapat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.