وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ قَالَ أَلَيْسَ هَٰذَا بِالْحَقِّ ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَرَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

Dan sekiranya engkau melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhan mereka. Dia berkata, “Bukankah ini benar?” Mereka berkata, “Ya, demi Tuhan kami.” Dia berkata, “Maka rasakanlah azab karena kalian selalu kufur.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَىٰ رَبِّهِمْwa-law taraa idz wuqifuu 'alaa rabbihimdan sekiranya engkau melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhan mereka
  2. قَالَ أَلَيْسَ هَٰذَا بِالْحَقِّqaala a-laysa haadzaa bi-l-haqqiDia berkata, bukankah ini benar
  3. قَالُوا بَلَىٰ وَرَبِّنَاqaaluu balaa wa-rabbinaamereka berkata, ya, demi Tuhan kami
  4. قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَqaala fa-dzuuquu l-'adzaaba bi-maa kuntum takfuruunaDia berkata, maka rasakanlah azab karena kalian selalu kufur

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  2. تَرَىٰtaraaengkau melihat
  3. إِذْidzketika
  4. وُقِفُواwuqifuumereka dihentikan
  5. عَلَىٰ'alaaatas
  6. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  7. قَالَqaalaberkata
  8. أَلَيْسَa-laysabukankah
  9. هَٰذَاhaadzaaini
  10. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  11. قَالُواqaaluumereka berkata
  12. بَلَىٰbalaaya
  13. وَرَبِّنَاwa-rabbinaadan Tuhan kami
  14. قَالَqaalaberkata
  15. فَذُوقُواfa-dzuuquumaka rasakanlah kalian
  16. الْعَذَابَl-'adzaabaazab
  17. بِمَاbi-maaatas apa yang
  18. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  19. تَكْفُرُونَtakfuruunakalian kufur

Inti bacaan

Konfrontasi langsung 'Bukankah ini benar?', mereka sendiri mengakui 'Ya, demi Tuhan kami', menunjukkan bahwa penyangkalan selama hidup bisa runtuh seketika saat dihadapkan pada kenyataan yang tak terelakkan. Konkretnya: kebenaran yang ditolak-tolak selama ini pada akhirnya akan diakui juga, lebih baik jujur mengakui sesuatu sebelum dipaksa mengakuinya dalam keadaan yang sudah terlambat untuk bertindak.

Penjelasan pilihan kata

'Haadzaa' (dekat) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'ini'. Kutip 'qaala'/'qaaluu'/'qaala' (3 pertukaran dialog berturut) dikonfirmasi morfologi.

Tafsiran

Ayat ini membantah klaim penolakan kebangkitan pada 6:29: dialog langsung Allah dengan mereka yang mengakui kebenaran kebangkitan, namun pengakuan itu datang terlambat, hanya mengantarkan mereka pada azab.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bertanya kepada mereka, bukankah ini benar. Pertanyaan, bukan pernyataan. Yang diminta pada saat itu bukan penerimaan, melainkan pengakuan dari mulut mereka sendiri.
  • Jawaban mereka ya, demi Tuhan kami. Mereka bersumpah, dan sumpahnya kepada Yang selama ini mereka ingkari. Sebutan itu keluar dengan sendirinya di tempat yang tak lagi menyisakan pilihan lain.
  • Allah menutup dengan menyebut sebabnya: kalian selalu kufur. Kata selalu menunjuk kebiasaan, bukan satu peristiwa. Pengakuan di ujung tidak menghapus apa yang berlangsung sepanjang jalan menujunya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, w-q-f, r-b-b, q-w-l, l-y-s, h-q-q, dz-w-q, '-dz-b, k-w-n, k-f-r): wuqifuu diterjemahkan 'dihadapkan'; a-laysa haadhaa bi-l-haqq diterjemahkan 'bukankah ini benar' (akar h-q-q). gloss '(Nabi Muhammad)/(tentulah engkau melihat…)/(kebangkitan)/(kepadanya)' dibuang.