قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ
Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah, hingga apabila Saat itu datang kepada mereka tiba-tiba, mereka berkata, “Alangkah besar penyesalan kami atas kelalaian kami tentangnya,” sambil memikul beban-beban dosa mereka di atas punggung mereka; ingatlah, alangkah buruknya apa yang mereka pikul.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِqad khasira lladziina kadzdzabuu bi-liqaa'i llaahisungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah
- حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْhattaa idzaa jaa'atsumu s-saa'atu baghtatan qaaluu yaa hasratanaa 'alaa maa farrathnaa fiihaa wa-hum yahmiluuna awzaarahum 'alaa zhuhuurihimhingga apabila Saat itu datang kepada mereka tiba-tiba, mereka berkata, alangkah besar penyesalan kami atas kelalaian kami tentangnya, sambil memikul beban-beban dosa mereka di atas punggung mereka
- أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَalaa saa'a maa yaziruunaingatlah, alangkah buruknya apa yang mereka pikul
Terjemahan per kata (27 kata)
- قَدْqadsungguh
- خَسِرَkhasiramerugi
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَذَّبُواkadzdzabuumendustakan
- بِلِقَاءِbi-liqaa'ipada pertemuan
- اللَّهِllaahiAllah
- حَتَّىٰhattaasampai
- إِذَاidzaaapabila
- جَاءَتْهُمُjaa'atsumudatang kepada mereka
- السَّاعَةُs-saa'atuhari Kiamat
- بَغْتَةًbaghtatandengan tiba-tiba
- قَالُواqaaluumereka berkata
- يَاyaawahai
- حَسْرَتَنَاhasratanaapenyesalan kami
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَاmaaapa yang
- فَرَّطْنَاfarrathnaakami luputkan
- فِيهَاfiihaatentangnya
- وَهُمْwa-humdan mereka
- يَحْمِلُونَyahmiluunamereka memikul
- أَوْزَارَهُمْawzaarahumbeban mereka
- عَلَىٰ'alaaatas
- ظُهُورِهِمْzhuhuurihimpunggung mereka
- أَلَاalaaingatlah
- سَاءَsaa'aseburuk-buruk
- مَاmaaapa yang
- يَزِرُونَyaziruunamereka pikul
Inti bacaan
Penyesalan yang digambarkan ('kelalaian kami') datang justru setelah Saat itu tiba tiba-tiba, bukan karena informasi kurang, tapi karena kelalaian yang dibiarkan menumpuk. Konkretnya: 'kelalaian' (bukan ketidaktahuan) adalah akar penyesalan besar dalam hidup, hal-hal penting yang terus ditunda karena dianggap 'nanti saja' menumpuk menjadi beban yang baru disadari beratnya saat sudah terlambat diperbaiki.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan kerugian besar mereka yang mendustakan pertemuan dengan Allah: penyesalan mendalam saat Kiamat tiba tiba-tiba, sambil memikul beban dosa yang sangat berat.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam mereka menyesali kelalaian, bukan penolakan. Kata yang dipakai lalai. Yang mereka akui bukan salah memilih, melainkan tak memikirkannya.
- Kedatangannya disebut tiba-tiba. Tanpa aba-aba. Yang lalai tak diberi tanda tambahan menjelang waktunya.
- Allah menyebut yang mereka dustakan pertemuan dengan-Nya. Bukan adanya Dia. Yang ditolak perjumpaannya, dan itu yang membuat kelalaian masuk akal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar kh-s-r, k-dz-b, l-q-y, a-l-h, j-y-a, s-w-', b-gh-t, q-w-l, h-s-r, f-r-t, h-m-l, w-z-r, zh-h-r, s-w-a): as-saa'ah diterjemahkan 'Saat (Kiamat)'; hasrah diterjemahkan 'penyesalan'; farratnaa diterjemahkan 'melalaikan' (akar f-r-t); awzaar diterjemahkan 'beban-beban dosa' (akar w-z-r); baghtatan diterjemahkan 'tiba-tiba'. Selaras.