وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Dan tidaklah kehidupan dunia itu kecuali permainan dan senda-gurau; dan sungguh negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa; tidakkah kalian berakal?

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌwa-maa l-hayaatu d-dunyaa illaa la'ibun wa-lahwundan tidaklah kehidupan dunia itu kecuali permainan dan senda-gurau
  2. وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَwa-la-d-daaru l-aakhiratu khayrun li-lladziina yattaquunadan sungguh negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa
  3. أَفَلَا تَعْقِلُونَa-fa-laa ta'qiluunatidakkah kalian berakal
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar h-y-y, d-n-w, l-'-b, l-h-w, d-w-r, a-kh-r, kh-y-r, w-q-y, '-q-l): la'ib/lahw diterjemahkan 'permainan/senda-gurau'; ad-daar al-aakhirah diterjemahkan 'negeri akhirat'; ta'qiluun diterjemahkan 'berakal' (akar '-q-l putaran EQL). Selaras.

Aplikasi

Kontras eksplisit: kehidupan dunia 'permainan dan senda-gurau', negeri akhirat 'lebih baik bagi yang bertakwa', ditutup pertanyaan retoris 'tidakkah kalian berakal?', menempatkan pilihan prioritas hidup sebagai soal akal sehat, bukan sekadar keyakinan. Konkretnya: mengevaluasi ulang secara rasional berapa banyak energi dicurahkan untuk hal-hal yang sifatnya sementara/hiburan dibanding hal yang berdampak jangka panjang, pertimbangan ini diajukan sebagai soal kecerdasan praktis, bukan sekadar nasihat moral.