وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ
Dan sungguh rasul-rasul sebelummu telah didustakan, lalu mereka bersabar atas pendustaan dan gangguan terhadap mereka, hingga datang pertolongan Kami kepada mereka; dan tidak ada yang mengubah kalimat-kalimat Allah; dan sungguh telah datang kepadamu sebagian berita para rasul.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَاwa-la-qad kudzdzibat rusulun min qablika fa-shabaruu 'alaa maa kudzdzibuu wa-uudzuu hattaa ataahum nashrunaadan sungguh rasul-rasul sebelummu telah didustakan, lalu mereka bersabar atas pendustaan dan gangguan terhadap mereka, hingga datang pertolongan Kami kepada mereka
- وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِwa-laa mubaddila li-kalimaati llaahidan tidak ada yang mengubah kalimat-kalimat Allah
- وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَwa-la-qad jaa'aka min naba'i l-mursaliinadan sungguh telah datang kepadamu sebagian berita para rasul
Terjemahan per kata (22 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- كُذِّبَتْkudzdzibatdidustakan
- رُسُلٌrusulunpara rasul
- مِنْmindari
- قَبْلِكَqablikasebelummu
- فَصَبَرُواfa-shabaruumaka mereka bersabar
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَاmaaapa yang
- كُذِّبُواkudzdzibuumereka didustakan
- وَأُوذُواwa-uudzuudan mereka disakiti
- حَتَّىٰhattaasampai
- أَتَاهُمْataahumdatang kepada mereka
- نَصْرُنَاnashrunaapertolongan Kami
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- مُبَدِّلَmubaddilayang mengubah
- لِكَلِمَاتِli-kalimaatibagi kalimat-kalimat
- اللَّهِllaahiAllah
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- جَاءَكَjaa'akadatang kepadamu
- مِنْmindari
- نَبَإِnaba'iberita
- الْمُرْسَلِينَl-mursaliinapara rasul
Inti bacaan
Rasul-rasul terdahulu 'bersabar atas pendustaan dan gangguan. hingga datang pertolongan', kesabaran mendahului pertolongan, bukan pertolongan datang tanpa proses menahan diri. Konkretnya: dalam memperjuangkan sesuatu yang benar namun ditolak/diserang, pola yang ditunjukkan bukan hasil instan melainkan ketekunan bertahan sampai titik baliknya tiba, ekspektasi realistis tentang durasi perjuangan mencegah putus asa dini.
Tafsiran
Ayat ini menghibur Rasul dengan acuan kesabaran rasul-rasul terdahulu yang menghadapi pendustaan dan gangguan hingga pertolongan Allah datang: janji-Nya tak tergoyahkan, sebagaimana telah dikisahkan melalui berita para rasul sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menghibur dengan menyebut rasul-rasul sebelumnya juga didustakan. Bukan dengan janji cepat. Yang meringankan bahwa ini pernah dijalani orang lain.
- Dia menyebut mereka bersabar atas pendustaan dan gangguan. Dua-duanya. Yang ditanggung bukan hanya penolakan kata, melainkan juga perlakuan badan.
- Penutupnya menyebut tak ada yang mengubah kalimat-kalimat-Nya. Janji pertolongan itu tak bisa ditarik. Yang menunggu lama bukan menunggu sesuatu yang mungkin batal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-dz-b, r-s-l, q-b-l, s-b-r, a-dz-y, a-t-y, n-s-r, b-d-l, k-l-m, a-l-h, j-y-a, n-b-a): sabaruu diterjemahkan 'bersabar' (akar s-b-r); kalimaat allaah diterjemahkan 'kalimat-kalimat Allah' (akar k-l-m putaran KLM; terjemahan lain transliterasi 'kalimaat Allah'); laa mubaddila diterjemahkan 'tidak ada yang mengubah' (akar b-d-l putaran BDL). gloss '(yang dilakukan)' dibuang.