إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ الَّذِينَ يَسْمَعُونَ ۘ وَالْمَوْتَىٰ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang memenuhi seruan. Adapun orang-orang yang mati, Allah akan membangkitkan mereka, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ الَّذِينَ يَسْمَعُونَinnamaa yastajiibu lladziina yasma'uunahanya orang-orang yang mendengar sajalah yang memenuhi seruan
- وَالْمَوْتَىٰ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَwa-l-mawtaa yab'atsuhumu llaahu tsumma ilayhi yurja'uunaadapun orang-orang yang mati, Allah akan membangkitkan mereka, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan
Aplikasi
Pembedaan tegas: 'hanya yang menyimak yang mematuhi', kepatuhan/respons hanya mungkin dari yang benar-benar reseptif, sementara yang 'mati' (tertutup) hanya bisa dibangkitkan lewat proses yang berbeda sepenuhnya. Konkretnya: saat menyampaikan sesuatu penting, fokuskan energi pada yang benar-benar menyimak (reseptif) daripada memaksa yang sudah menutup diri, mengenali perbedaan audiens ini menghemat energi yang sia-sia.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: passthrough terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.