وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِ ۗ مَنْ يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami adalah tuli dan bisu, berada dalam berbagai kegelapan. Siapa yang dikehendaki Allah, disesatkan-Nya, dan siapa yang Dia kehendaki, dijadikannya berada di atas jalan yang lurus.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِwa-lladziina kadzdzabuu bi-aayaatinaa summun wa-bukmun fii zh-zhulumaatidan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami adalah tuli dan bisu, berada dalam berbagai kegelapan
  2. مَنْ يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍman yasha'i llaahu yudlilhu wa-man yasha' yaj'alhu alaa siraatin mustaqiiminsiapa yang dikehendaki Allah, disesatkan-Nya, dan siapa yang Dia kehendaki, dijadikannya berada di atas jalan yang lurus
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'And those who deny Our proofs are deaf and dumb, in darkness. Whom God wills, He leads him astray; and whom He wills, He sets him on a straight path.'

Aplikasi

Metafora 'tuli dan bisu dalam berbagai kegelapan' bagi yang mendustakan tanda-tanda menunjukkan kondisi yang berlapis (bukan sekadar satu indra tertutup), isolasi dari kebenaran yang menyeluruh, bukan parsial. Konkretnya: waspadai saat penolakan terhadap kebenaran sudah menumpuk di berbagai lapis (tidak mendengar, tidak bicara jujur, dan kehilangan orientasi), semakin banyak lapis penolakan yang dibiarkan, semakin sulit jalan kembali, jadi tangani sedini mungkin.