وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِ ۗ مَنْ يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Dan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami adalah tuli dan bisu, berada dalam berbagai kegelapan. Siapa yang dikehendaki Allah, disesatkan-Nya, dan siapa yang Dia kehendaki, dijadikannya berada di atas jalan yang lurus.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِwa-lladziina kadzdzabuu bi-aayaatinaa shummun wa-bukmun fii zh-zhulumaatidan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami adalah tuli dan bisu, berada dalam berbagai kegelapan
- مَنْ يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍman yasya'i llaahu yudhlilhu wa-man yasya' yaj'alhu 'alaa shiraathin mustaqiiminsiapa yang dikehendaki Allah, disesatkan-Nya, dan siapa yang Dia kehendaki, dijadikannya berada di atas jalan yang lurus
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- كَذَّبُواkadzdzabuumendustakan
- بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
- صُمٌّshummuntuli
- وَبُكْمٌwa-bukmundan bisu
- فِيfiidalam
- الظُّلُمَاتِzh-zhulumaatikegelapan
- مَنْmanorang yang
- يَشَإِyasya'imenghendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- يُضْلِلْهُyudhlilhumenyesatkannya
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَشَأْyasya'menghendaki
- يَجْعَلْهُyaj'alhumenjadikannya
- عَلَىٰ'alaaatas
- صِرَاطٍshiraathinjalan
- مُسْتَقِيمٍmustaqiiminyang lurus
Inti bacaan
Metafora 'tuli dan bisu dalam berbagai kegelapan' bagi yang mendustakan tanda-tanda menunjukkan kondisi yang berlapis (bukan sekadar satu indra tertutup), isolasi dari kebenaran yang menyeluruh, bukan parsial. Konkretnya: waspadai saat penolakan terhadap kebenaran sudah menumpuk di berbagai lapis (tidak mendengar, tidak bicara jujur, dan kehilangan orientasi), semakin banyak lapis penolakan yang dibiarkan, semakin sulit jalan kembali, jadi tangani sedini mungkin.
Tafsiran
Ayat ini menyatakan tegas bahwa mereka yang mendustakan tanda-tanda Allah sesungguhnya tuli dan bisu secara spiritual, terperangkap dalam kegelapan, sementara kehendak Allah menentukan siapa yang tersesat dan siapa yang berada di jalan lurus.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka tuli dan bisu. Tak menerima dan tak menyampaikan. Dua arah komunikasi tertutup sekaligus.
- Allah menyebut kegelapan dalam bentuk jamak. Bukan satu. Yang menutupi berlapis, dan keluar dari satu lapis belum berarti keluar dari semuanya.
- Allah menyebut siapa yang Dia kehendaki disesatkan, dan siapa yang Dia kehendaki dijadikan di atas jalan yang lurus. Dua-duanya dalam satu kalimat. Keduanya kembali pada kehendak yang sama, dan itu diletakkan sesudah menyebut keadaan mereka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.