قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللَّهِ أَوْ أَتَتْكُمُ السَّاعَةُ أَغَيْرَ اللَّهِ تَدْعُونَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku, jika azab Allah datang kepada kalian atau Saat itu datang kepada kalian, apakah kalian menyeru selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar?”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللَّهِ أَوْ أَتَتْكُمُ السَّاعَةُ أَغَيْرَ اللَّهِ تَدْعُونَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَqul ara'aytakum in ataakum adzaabu llaahi aw atatkumu s-saa'atu a-ghayra llaahi tad'uuna in kuntum saadiqiinakatakanlah, terangkanlah kepadaku, jika azab Allah datang kepada kalian atau Saat itu datang kepada kalian, apakah kalian menyeru selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, r-a-y, a-t-y, '-dz-b, a-l-h, s-w-', gh-y-r, d-'-w, k-w-n, s-d-q): tad'uuna diterjemahkan 'menyeru' (akar d-'-w); saadiqiin diterjemahkan 'orang-orang yang benar' (akar s-d-q putaran 84). gloss '(Nabi Muhammad)/(di dunia)/(tuhan)/(tetap)/(merasa)' dibuang.

Aplikasi

Pertanyaan 'jika azab datang, apakah kalian menyeru selain Allah, jika kalian benar?' menempatkan momen krisis sebagai ujian kejujuran atas keyakinan yang selama ini diklaim. Konkretnya: krisis nyata menyingkap ke mana sebenarnya seseorang berpaling saat butuh pertolongan mendesak, refleksikan secara jujur pola diri sendiri saat panik: kepada siapa/apa sebenarnya harapan itu diarahkan, karena itulah cerminan keyakinan yang sesungguhnya, bukan yang diucapkan saat tenang.