وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ
Dan sungguh Kami telah mengutus kepada umat-umat sebelummu, lalu Kami timpakan kepada mereka kesengsaraan dan kemelaratan, agar mereka merendahkan diri.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَwa-la-qad arsalnaa ilaa umamin min qablika fa-akhadznaahum bi-l-ba'saa'i wa-d-darraa'i la'allahum yatadarra'uunadan sungguh Kami telah mengutus kepada umat-umat sebelummu, lalu Kami timpakan kepada mereka kesengsaraan dan kemelaratan, agar mereka merendahkan diri
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar r-s-l, a-m-m, q-b-l, a-kh-dz, b-a-s, d-r-r, d-r-'): ba'saa'/darraa' diterjemahkan 'kesengsaraan/kemelaratan'; yatadarra'uun diterjemahkan 'merendahkan diri' (akar d-r-'). gloss '(para rasul)/(tetapi mereka membangkang,)/(kepada Allah)' dibuang.
Aplikasi
Kesengsaraan dan kemelaratan yang ditimpakan pada umat-umat terdahulu punya tujuan eksplisit: 'agar mereka merendahkan diri', kesulitan di sini bukan hukuman semata, melainkan dirancang sebagai sarana pelunak hati yang keras. Konkretnya: saat menghadapi kesulitan hidup, salah satu cara memaknainya adalah sebagai kesempatan melunakkan kesombongan/keangkuhan yang sudah menumpuk, bukan sekadar nasib buruk yang harus ditanggung tanpa makna.