فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
Maka ketika mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami bukakan bagi mereka pintu-pintu segala sesuatu, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka, Kami timpa mereka tiba-tiba, maka seketika mereka putus asa.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَfa-lammaa nasuu maa dzukkiruu bihi fatahnaa 'alayhim abwaaba kulli syay'in hattaa idzaa farihuu bi-maa uutuu akhadznaahum baghtatan fa-idzaa hum mublisuunamaka ketika mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami bukakan bagi mereka pintu-pintu segala sesuatu, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka, Kami timpa mereka tiba-tiba, maka seketika mereka putus asa
Terjemahan per kata (20 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- نَسُواnasuumereka melupakan
- مَاmaaapa yang
- ذُكِّرُواdzukkiruudiperingatkan
- بِهِbihidengannya
- فَتَحْنَاfatahnaaKami membuka
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- أَبْوَابَabwaabapintu-pintu
- كُلِّkullisegala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- حَتَّىٰhattaasampai
- إِذَاidzaaapabila
- فَرِحُواfarihuumereka bergembira
- بِمَاbi-maadengan apa yang
- أُوتُواuutuudiberi
- أَخَذْنَاهُمْakhadznaahumKami menimpakan kepada mereka
- بَغْتَةًbaghtatandengan tiba-tiba
- فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
- هُمْhummereka
- مُبْلِسُونَmublisuunaorang-orang yang berputus asa
Inti bacaan
Pola istidraj: saat mereka melupakan peringatan, justru dibukakan 'pintu-pintu segala sesuatu' (kemakmuran melimpah), kegembiraan atas pemberian itu berujung ditimpa tiba-tiba, seketika putus asa. Konkretnya: kemakmuran yang datang justru setelah mengabaikan nilai-nilai penting bisa jadi bukan tanda restu, melainkan ruang yang diberikan sebelum konsekuensi, jangan menafsirkan kelimpahan sebagai bukti otomatis bahwa arah hidup sudah benar.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan pola istidraj: kelapangan yang diberikan justru sebagai jebakan bagi mereka yang telah melupakan peringatan, berujung kehancuran tiba-tiba di tengah kegembiraan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut ketika mereka melupakan peringatan, Dia membukakan pintu segala sesuatu. Sesudah lupa, bukan sebelum. Kelapangan itu datang persis pada saat yang paling menipu.
- Batasnya disebut sampai mereka bergembira dengan yang diberikan. Puncak kesenangan. Yang dipilih sebagai titik balik bukan saat mereka lengah, melainkan saat mereka paling puas.
- Allah menyebut Dia menyiksa mereka dengan tiba-tiba, dan mereka pun berputus asa. Tanpa peringatan kedua. Yang dibuka lebar ditutup dalam satu tarikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-s-y, dz-k-r, f-t-h, b-w-b, k-l-l, sh-y-a, f-r-h, a-t-y, a-kh-dz, b-gh-t, b-l-s): nasuu diterjemahkan 'melupakan' (akar n-s-y NSY); mublisuun diterjemahkan 'putus asa/tertegun' (akar b-l-s). gloss '(kesenangan)' dibuang.