فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا ۚ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Maka dimusnahkanlah keturunan terakhir kaum yang zalim itu. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُواfa-quthi'a daabiru l-qawmi lladziina zhalamuumaka dimusnahkanlah keturunan terakhir kaum yang zalim itu
- وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَwa-l-hamdu li-llaahi rabbi l-'aalamiinadan segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam
Terjemahan per kata (9 kata)
- فَقُطِعَfa-quthi'amaka dimusnahkan
- دَابِرُdaabirupangkal
- الْقَوْمِl-qawmikaum
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
- وَالْحَمْدُwa-l-hamdudan segala puji
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- رَبِّrabbiTuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Kehancuran kaum zalim 'sampai ke akar-akarnya' langsung disusul 'segala puji bagi Allah', bahkan dalam narasi kehancuran, penutupnya tetap syukur/pujian, bukan kepuasan atas penderitaan pihak lain. Konkretnya: saat melihat keadilan akhirnya ditegakkan, sikap yang tepat adalah rasa syukur atas tegaknya keadilan, bukan kepuasan atas penderitaan pihak yang bersalah, perbedaan nuansa ini penting dijaga.
Penjelasan pilihan kata
'Sampai ke akar-akarnya' pd 'dimusnahkan' diganti terjemahan lebih presisi 'keturunan terakhir', 'daabiru l-qawmi' (harfiah: bagian belakang/sisa terakhir kaum) merujuk pemusnahan tuntas generasi penerus, bukan idiom umum 'akar-akar'.
Tafsiran
Ayat ini menutup kisah pemusnahan total kaum yang zalim, ditutup pujian kepada Allah sebagai Tuhan seisi alam atas keadilan yang telah ditegakkan.
Renungan dan Hikmah
- Kata yang dipakai keturunan terakhir kaum yang zalim. Bukan sebagian atau kebanyakan. Allah menggambarkan sesuatu yang tidak menyisakan penerus, dan itu bentuk akhir yang paling jarang disebutkan.
- Sesudah kalimat tentang kemusnahan, penutupnya segala puji bagi Allah. Bukan peringatan tambahan. Yang diletakkan di ujung sebuah kehancuran justru syukur atas tegaknya yang benar, bukan kepuasan atas jatuhnya yang salah.
- Sebutan yang dipakai Tuhan seisi alam, bukan Tuhan orang beriman. Cakupannya seluas mungkin. Pujian atas keadilan yang ditegakkan disebut dengan nama yang juga meliputi pihak yang baru saja binasa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.