قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ
Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kalian serta menutup hati kalian, siapakah tuhan selain Allah yang dapat mendatangkannya kembali kepada kalian?” Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda, kemudian mereka tetap berpaling.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِqul ara'aytum in akhadza llaahu sam'akum wa-abshaarakum wa-khatama 'alaa quluubikum man ilaahun ghayru llaahi ya'tiikum bihikatakanlah, terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kalian serta menutup hati kalian, siapakah tuhan selain Allah yang dapat mendatangkannya kembali kepada kalian
- انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَunzhur kayfa nusharrifu l-aayaati tsumma hum yashdifuunaperhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda, kemudian mereka tetap berpaling
Terjemahan per kata (23 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- أَرَأَيْتُمْa-ra'aytumapakah kalian melihat
- إِنْinjika
- أَخَذَakhadzamengambil
- اللَّهُllaahuAllah
- سَمْعَكُمْsam'akumpendengaran kalian
- وَأَبْصَارَكُمْwa-abshaarakumdan penglihatan kalian
- وَخَتَمَwa-khatamadan Dia mengunci
- عَلَىٰ'alaaatas
- قُلُوبِكُمْquluubikumhati kalian
- مَنْmanorang yang
- إِلَٰهٌilaahunTuhan
- غَيْرُghayruselain
- اللَّهِllaahiAllah
- يَأْتِيكُمْya'tiikumdatang kepada kalian
- بِهِbihidengannya
- انْظُرْunzhurperhatikanlah
- كَيْفَkayfabagaimana
- نُصَرِّفُnusharrifuKami menjelaskan berulang
- الْآيَاتِl-aayaatitanda-tanda
- ثُمَّtsummakemudian
- هُمْhummereka
- يَصْدِفُونَyashdifuunamereka berpaling
Inti bacaan
Pertanyaan retoris 'jika Allah mencabut pendengaran, penglihatan, menutup hati kalian, siapa yang bisa mengembalikannya?' menyingkap kerapuhan mendasar dari kapasitas indrawi yang selama ini dianggap taken-for-granted. Konkretnya: pendengaran, penglihatan, kejernihan berpikir adalah karunia rapuh yang mudah lenyap, bukan hak yang otomatis permanen, kesadaran ini mendorong rasa syukur aktif dan penggunaan yang bertanggung jawab atas kapasitas yang saat ini masih dimiliki.
Tafsiran
Ayat ini menantang secara rasional: jika Allah mencabut indra dan menutup hati, tidak ada tuhan lain yang mampu mengembalikannya; namun betapapun jelasnya tanda-tanda dijelaskan berulang, mereka tetap berpaling.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengandaikan Dia mencabut pendengaran, penglihatan, dan menutup hati. Tiga jalan masuk. Yang diandaikan hilang bukan harta, melainkan alat untuk mengenali apa pun.
- Pertanyaannya siapa yang dapat mengembalikannya. Bukan siapa yang mencabutnya. Yang diuji bukan kekuasaan merusak, melainkan kesanggupan memulihkan.
- Allah menutup dengan menyuruh memperhatikan bagaimana Dia menjelaskan tanda-tanda itu. Caranya, bukan isinya. Sebagian pelajaran memang terletak pada bagaimana sesuatu disampaikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Terangkanlah” diterjemahkan “Terangkanlah”; “hatimu,” diterjemahkan “hati kalian,”; “kepadamu?”” diterjemahkan “kepada kalian?; “kekuasaan” DIBUANG. aayah: konsisten dgn 353 ayat 'tanda' di DB; kegoyahan terjemahan lain (mis. 6:37 'bukti (mukjizat)') = QS 4:82 menangkap terjemahan, bukan Qur'an. aayah diterjemahkan 'tanda' TANPA pengecualian: satu lema utk 353 ayat (corpus); tambahan '(kebesaran)/(kekuasaan)' bukan bagian teks.