وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul kecuali sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan; maka siapa yang beriman dan memperbaiki diri, tidak ada rasa takut atas mereka dan mereka tidak bersedih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَwa-maa nursilu l-mursaliina illaa mubashshiriina wa-mundziriinadan tidaklah Kami mengutus para rasul kecuali sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan
  2. فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَfa-man aamana wa-aslaha fa-laa khawfun alayhim wa-laa hum yahzanuunamaka siapa yang beriman dan memperbaiki diri, tidak ada rasa takut atas mereka dan mereka tidak bersedih
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar r-s-l, b-sh-r, n-dz-r, a-m-n, s-l-h, kh-w-f, h-z-n): mubashshiriin/mundhiriin diterjemahkan 'pembawa kabar gembira/pemberi peringatan' (akar b-sh-r, akar n-dz-r); aslaha diterjemahkan 'memperbaiki diri' (akar s-l-h). Selaras.

Aplikasi

Peran rasul dibatasi eksplisit: 'hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan', bukan pemaksa, penghukum, atau penentu nasib orang lain, dengan formula sederhana: beriman + memperbaiki diri = tidak ada rasa takut/sedih. Konkretnya: saat menyampaikan kebenaran/nasihat kepada orang lain, batasi peran diri sebagai penyampai informasi yang jujur (kabar baik dan peringatan), bukan pemaksa hasil, hasil akhir adalah pilihan dan tanggung jawab penerima sendiri.