وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا يَمَسُّهُمُ الْعَذَابُ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ
Dan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا يَمَسُّهُمُ الْعَذَابُ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَwa-lladziina kadzdzabuu bi-aayaatinaa yamassuhumu l-'adzaabu bi-maa kaanuu yafsuquunadan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- كَذَّبُواkadzdzabuumendustakan
- بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
- يَمَسُّهُمُyamassuhumumenyentuh mereka
- الْعَذَابُl-'adzaabuazab
- بِمَاbi-maakarena apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَفْسُقُونَyafsuquunaberbuat fasik
Inti bacaan
Sebab azab yang disebutkan bukan 'ketidaktahuan' tapi 'fisq' (kefasikan/pembangkangan sadar), konsekuensi terkait langsung dengan pembangkangan yang disengaja, bukan kesalahan yang tidak disengaja. Konkretnya: bedakan dengan jelas antara kesalahan karena belum tahu (perlu diberi informasi) dan pembangkangan sadar terhadap yang sudah diketahui (perlu ditangani berbeda), menyamaratakan keduanya keliru menilai keadaan orang lain maupun diri sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menutup pasal dengan kontras, sementara orang beriman dijanjikan bebas dari rasa takut, mereka yang mendustakan tanda-tanda Allah akan ditimpa azab akibat kefasikan mereka sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka ditimpa azab karena selalu berbuat fasik. Bukan karena mendustakan saja. Perbuatan yang menyertai pendustaan ikut dihitung.
- Bentuk kata yang dipakai menunjuk perbuatan yang berlangsung terus. Bukan sekali. Yang dinilai kebiasaan, bukan peristiwa.
- Allah menaruh ayat ini persis sesudah menyebut yang beriman tak akan takut dan bersedih. Berdampingan. Dua ujung diletakkan tanpa jeda, dan pembacanya diminta memilih sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.