قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ
Katakanlah, “Aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, aku tidak mengetahui yang gaib, dan aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa aku malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kalian tidak memikirkannya?”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌqul laa aquulu lakum indii khazaa'inu llaahi wa-laa a'lamu l-ghayba wa-laa aquulu lakum innii malakunkatakanlah, aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, aku tidak mengetahui yang gaib, dan aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa aku malaikat
- إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّin attabi'u illaa maa yuuhaa ilayyaaku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku
- قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُqul hal yastawii l-a'maa wa-l-basiirukatakanlah, apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat
- أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَa-fa-laa tatafakkaruunaapakah kalian tidak memikirkannya
Catatan pilihan kata (ringkas)
C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: 2MS hanya 'qul' tanpa kata ganti); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih..
Aplikasi
Nabi secara eksplisit membatasi klaimnya: 'aku tidak mengetahui yang gaib... aku tidak mengatakan aku malaikat... aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan', kejujuran tentang keterbatasan diri sebagai bagian dari kredibilitas, bukan kelemahan yang disembunyikan. Konkretnya: kejujuran tentang batas pengetahuan/kemampuan diri sendiri (tidak mengklaim lebih dari yang sebenarnya diketahui) membangun kredibilitas jangka panjang yang lebih kokoh daripada klaim berlebihan yang akhirnya terbongkar.