وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ
Dan demikianlah Kami menguji sebagian mereka dengan sebagian yang lain, sehingga mereka berkata, “Apakah mereka ini yang diberi anugerah oleh Allah di antara kita?” Bukankah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَاwa-ka-dzaalika fatannaa ba'dahum bi-ba'din li-yaquuluu a-haa'ulaa'i manna llaahu alayhim min bayninaadan demikianlah Kami menguji sebagian mereka dengan sebagian yang lain, sehingga mereka berkata, apakah mereka ini yang diberi anugerah oleh Allah di antara kita
- أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَa-laysa llaahu bi-a'lama bi-sh-shaakiriinabukankah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bersyukur'; profil verba terjemahan lain 42/42 seragam). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).
Aplikasi
Ketimpangan sosial dibingkai sebagai bentuk ujian ('Kami telah menguji sebagian dengan sebagian lain') yang justru menyingkap pertanyaan keliru dari pihak berkuasa: meremehkan yang berstatus rendah sebagai 'kurang layak diberi anugerah'. Konkretnya: kekayaan/status bukan indikator keunggulan moral atau kedekatan dengan yang benar, menilai kelayakan seseorang berdasarkan status sosial mereka adalah kekeliruan yang secara eksplisit dikritik di sini, bukan kearifan yang sah.