وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ

Dan demikianlah Kami menguji sebagian mereka dengan sebagian yang lain, sehingga mereka berkata, “Apakah mereka ini yang diberi anugerah oleh Allah di antara kita?” Bukankah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَاwa-ka-dzaalika fatannaa ba'dhahum bi-ba'dhin li-yaquuluu a-haa'ulaa'i manna llaahu 'alayhim min bayninaadan demikianlah Kami menguji sebagian mereka dengan sebagian yang lain, sehingga mereka berkata, apakah mereka ini yang diberi anugerah oleh Allah di antara kita
  2. أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَa-laysa llaahu bi-a'lama bi-sy-syaakiriinabukankah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
  2. فَتَنَّاfatannaaKami menguji
  3. بَعْضَهُمْba'dhahumsebagian mereka
  4. بِبَعْضٍbi-ba'dhindengan sebagian
  5. لِيَقُولُواli-yaquuluuagar mereka berkata
  6. أَهَٰؤُلَاءِa-haa'ulaa'iapakah mereka ini
  7. مَنَّmannamenganugerahkan
  8. اللَّهُllaahuAllah
  9. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  10. مِنْmindari
  11. بَيْنِنَاbayninaadi antara kita
  12. أَلَيْسَa-laysabukankah
  13. اللَّهُllaahuAllah
  14. بِأَعْلَمَbi-a'lamalebih mengetahui
  15. بِالشَّاكِرِينَbi-sy-syaakiriinapada orang-orang yang bersyukur

Inti bacaan

Ketimpangan sosial dibingkai sebagai bentuk ujian ('Kami telah menguji sebagian dengan sebagian lain') yang justru menyingkap pertanyaan keliru dari pihak berkuasa: meremehkan yang berstatus rendah sebagai 'kurang layak diberi anugerah'. Konkretnya: kekayaan/status bukan indikator keunggulan moral atau kedekatan dengan yang benar, menilai kelayakan seseorang berdasarkan status sosial mereka adalah kekeliruan yang secara eksplisit dikritik di sini, bukan kearifan yang sah.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan ujian sosial melalui perbandingan antarindividu: sebagian mempertanyakan mengapa pihak lain diberi anugerah Allah, padahal Allah sendiri yang paling mengetahui siapa yang benar-benar bersyukur, terlepas dari penilaian manusia.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Dia menguji sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Ujiannya berupa orang. Yang paling menguji seseorang kadang bukan keadaannya, melainkan siapa yang kebetulan berada di sekitarnya.
  • Allah merekam ucapan mereka: apakah mereka ini yang diberi anugerah di antara kita. Keberatan atas siapa yang dipilih. Yang sulit diterima bukan kebenarannya, melainkan siapa yang lebih dahulu menerimanya.
  • Allah menjawab dengan pertanyaan: bukankah Dia lebih mengetahui orang-orang yang bersyukur. Ukurannya syukur, bukan kedudukan. Yang menilai layak-tidaknya seseorang memakai takaran yang tak terlihat dari luar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bersyukur'; profil verba terjemahan lain 42/42 seragam). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).