قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ قُلْ لَا أَتَّبِعُ أَهْوَاءَكُمْ ۙ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Katakanlah, “Sesungguhnya aku dilarang menyembah orang-orang yang kalian seru selain Allah.” Katakanlah, “Aku tidak mengikuti hawa nafsu kalian; sungguh, jika demikian, tersesatlah aku, dan aku bukan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِqul innii nuhiitu an a'buda lladziina tad'uuna min duuni llaahikatakanlah, sesungguhnya aku dilarang menyembah orang-orang yang kalian seru selain Allah
  2. قُلْ لَا أَتَّبِعُ أَهْوَاءَكُمْqul laa attabi'u ahwaa'akumkatakanlah, aku tidak mengikuti hawa nafsu kalian
  3. قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَqad dhalaltu idzan wa-maa anaa mina l-muhtadiinasungguh, jika demikian, tersesatlah aku, dan aku bukan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  3. نُهِيتُnuhiituaku dilarang
  4. أَنْanuntuk
  5. أَعْبُدَa'budaaku mengabdi
  6. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  7. تَدْعُونَtad'uunakalian seru
  8. مِنْmindari
  9. دُونِduuniselain
  10. اللَّهِllaahiAllah
  11. قُلْqulkatakanlah
  12. لَاlaatidak
  13. أَتَّبِعُattabi'uaku mengikuti
  14. أَهْوَاءَكُمْahwaa'akumhawa nafsu kalian
  15. قَدْqadsungguh
  16. ضَلَلْتُdhalaltuaku sesat
  17. إِذًاidzanjika demikian
  18. وَمَاwa-maadan tidaklah
  19. أَنَاanaaaku
  20. مِنَminadari
  21. الْمُهْتَدِينَl-muhtadiinaorang-orang yang mendapat petunjuk

Inti bacaan

Penolakan tegas 'aku tidak mengikuti hawa nafsu kalian' menyertai kesadaran risiko: 'jika demikian, tersesatlah aku', kepatuhan pada tekanan sosial secara eksplisit disamakan dengan potensi kesesatan, bahkan bagi pembawa pesan sendiri. Konkretnya: tekanan untuk mengikuti keinginan mayoritas/orang berpengaruh di sekitar adalah godaan nyata yang bahkan disadari risikonya oleh pembawa kebenaran, menjaga pendirian yang sudah diyakini benar, meski di bawah tekanan sosial, membutuhkan kesadaran eksplisit tentang taruhannya.

Penjelasan pilihan kata

Kutip 'qul'×2 dikonfirmasi morfologi.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan penolakan Rasul mengikuti hawa nafsu orang lain: pengakuan jujur bahwa mengikuti mereka justru akan menyesatkannya sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh menyatakan aku dilarang menyembah yang kalian seru. Bentuknya larangan atas dirinya sendiri. Yang menolak tidak sedang memilih; ia sedang terikat.
  • Allah menyuruh menyebut apa yang ditolak: hawa nafsu kalian. Bukan pendapat kalian. Yang diminta darinya bukan pertimbangan lain, melainkan menuruti keinginan.
  • Allah menyuruh menyebut akibatnya atas dirinya sendiri: tersesatlah aku. Bukan atas mereka. Penolakan diterangkan dengan kerugian sendiri, dan itu menutup tuduhan merasa lebih tinggi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, n-h-y, '-b-d, d-'-w, d-w-n, a-l-h, t-b-', h-w-y, d-l-l, h-d-y): DUA AKAR DIBEDAKAN dalam satu ayat: a'buda diterjemahkan 'menyembah' (akar '-b-d) vs tad'uuna diterjemahkan 'kalian seru' (akar d-'-w), terjemahan lain menyamakan keduanya jadi 'menyembah/sembah'; terjemahan ini memisah (bandingkan 4:117); ahwaa' diterjemahkan 'hawa nafsu' (akar h-w-y); dalaltu diterjemahkan 'tersesatlah aku' (akar d-l-l putaran 78).