قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ قُلْ لَا أَتَّبِعُ أَهْوَاءَكُمْ ۙ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Katakanlah, “Sesungguhnya aku dilarang menyembah orang-orang yang kalian seru selain Allah.” Katakanlah, “Aku tidak mengikuti hawa nafsu kalian; sungguh, jika demikian, tersesatlah aku, dan aku bukan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِqul innii nuhiitu an a'buda lladziina tad'uuna min duuni llaahikatakanlah, sesungguhnya aku dilarang menyembah orang-orang yang kalian seru selain Allah
- قُلْ لَا أَتَّبِعُ أَهْوَاءَكُمْqul laa attabi'u ahwaa'akumkatakanlah, aku tidak mengikuti hawa nafsu kalian
- قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَqad dalaltu idzan wa-maa anaa mina l-muhtadiinasungguh, jika demikian, tersesatlah aku, dan aku bukan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk
Aplikasi
Penolakan tegas 'aku tidak mengikuti hawa nafsu kalian' menyertai kesadaran risiko: 'jika demikian, tersesatlah aku', kepatuhan pada tekanan sosial secara eksplisit disamakan dengan potensi kesesatan, bahkan bagi pembawa pesan sendiri. Konkretnya: tekanan untuk mengikuti keinginan mayoritas/orang berpengaruh di sekitar adalah godaan nyata yang bahkan disadari risikonya oleh pembawa kebenaran, menjaga pendirian yang sudah diyakini benar, meski di bawah tekanan sosial, membutuhkan kesadaran eksplisit tentang taruhannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, n-h-y, '-b-d, d-'-w, d-w-n, a-l-h, t-b-', h-w-y, d-l-l, h-d-y): ⚠ DUA AKAR DIBEDAKAN dalam satu ayat: a'buda diterjemahkan 'menyembah' (akar '-b-d) vs tad'uuna diterjemahkan 'kalian seru' (akar d-'-w), terjemahan lain menyamakan keduanya jadi 'menyembah/sembah'; terjemahan ini memisah (bandingkan 4:117); ahwaa' diterjemahkan 'hawa nafsu' (akar h-w-y); dalaltu diterjemahkan 'tersesatlah aku' (akar d-l-l putaran 78).