وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya, tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dan Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Dan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak pula sesuatu yang basah atau kering, melainkan ada dalam Kitab yang nyata.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَwa-indahu mafaatihu l-ghaybi laa ya'lamuhaa illaa huwadan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya, tidak ada yang mengetahuinya selain Dia
  2. وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِwa-ya'lamu maa fii l-barri wa-l-bahridan Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut
  3. وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍwa-maa tasqutu min waraqatin illaa ya'lamuhaa wa-laa habbatin fii zhulumaati l-ardi wa-laa ratbin wa-laa yaabisin illaa fii kitaabin mubiinindan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak pula sesuatu yang basah atau kering, melainkan ada dalam Kitab yang nyata
Catatan pilihan kata (ringkas)

C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih.. sebagian penerjemah: 'And with Him are the keys of the Unseen; and none knows them but He.

Aplikasi

Detail granular ('sehelai daun pun yang gugur... sebutir biji dalam kegelapan bumi') menunjukkan bahwa pengetahuan yang dimaksud bukan sekadar garis besar, melainkan mencakup hal sekecil apa pun yang luput dari perhatian manusia. Konkretnya: kesadaran bahwa hal-hal kecil yang tampak tidak penting/tidak terlihat orang lain tetap punya bobot dan tercatat mendorong perhatian pada detail dan konsistensi dalam hal-hal kecil, bukan hanya tindakan besar yang mudah dipuji atau diawasi orang lain.