وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

Dan Dialah yang berkuasa penuh atas hamba-hamba-Nya; dan Dia mengirim kepada kalian para penjaga, hingga apabila kematian datang kepada salah seorang kalian, utusan-utusan Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak lalai.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِwa-huwa l-qaahiru fawqa 'ibaadihidan Dialah yang berkuasa penuh atas hamba-hamba-Nya
  2. وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَwa-yursilu 'alaykum hafazhatan hattaa idzaa jaa'a ahadakumu l-mawtu tawaffatsu rusulunaa wa-hum laa yufarrithuunadan Dia mengirim kepada kalian para penjaga, hingga apabila kematian datang kepada salah seorang kalian, utusan-utusan Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak lalai

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَهُوَwa-huwadan Dialah
  2. الْقَاهِرُl-qaahiruYang Mahaperkasa
  3. فَوْقَfawqadi atas
  4. عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
  5. وَيُرْسِلُwa-yursiludan Dia mengirim
  6. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  7. حَفَظَةًhafazhatanpara penjaga
  8. حَتَّىٰhattaasampai
  9. إِذَاidzaaapabila
  10. جَاءَjaa'adatang
  11. أَحَدَكُمُahadakumusalah seorang kalian
  12. الْمَوْتُl-mawtukematian
  13. تَوَفَّتْهُtawaffatsumewafatkannya
  14. رُسُلُنَاrusulunaarasul-rasul Kami
  15. وَهُمْwa-humdan mereka
  16. لَاlaatidak
  17. يُفَرِّطُونَyufarrithuunamereka lalai

Inti bacaan

Proses kematian digambarkan ditangani oleh 'utusan-utusan yang tidak lalai', bukan kejadian acak/diabaikan, melainkan proses yang diperhatikan dengan seksama meski dari sudut pandang manusia tampak tiba-tiba. Konkretnya: kematian (baik diri sendiri maupun orang terkasih) bisa dimaknai sebagai proses yang tertangani dengan seksama, bukan kekacauan tanpa arah, pemaknaan ini bisa membantu menghadapi kematian dengan ketenangan yang lebih besar, alih-alih semata ketakutan pada ketidakteraturan.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kembali kekuasaan penuh Allah atas hamba-hamba-Nya, kali ini dikaitkan dengan pengiriman malaikat penjaga yang mencatat hingga saat kematian tiba, mencabut nyawa tanpa kelalaian sedikit pun.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Dia berkuasa penuh atas hamba-hamba-Nya. Sebelum menyebut para penjaga. Kekuasaan disebut lebih dahulu, dan yang menyusul berupa cara ia dijalankan.
  • Allah menyebut Dia mengirim para penjaga kepada kalian. Bukan pengawas. Kata yang dipilih menyiratkan pemeliharaan, bukan pengintaian.
  • Allah menutup dengan menyebut utusan-utusan-Nya tidak lalai. Tak ada yang terlewat. Waktu yang sudah ditetapkan tidak bergeser karena kelalaian siapa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-h-r, f-w-q, '-b-d, r-s-l, h-f-zh, j-y-a, a-h-d, m-w-t, w-f-y, f-r-t): al-qaahir diterjemahkan 'Yang Mahakuasa (Menundukkan)' (akar q-h-r); hafazhah diterjemahkan 'para penjaga', akar h-f-zh (putaran 60/S2-010, seakar hafiizh; di sini para malaikat penjaga); tawaffathu diterjemahkan 'mencabut nyawanya' (akar w-f-y); laa yufarrituun diterjemahkan 'tidak lalai' (akar f-r-t). gloss 'malaikat-malaikat' dibuang (teks: hafazhah/rusulunaa).