ثُمَّ رُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ الْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ الْحَاسِبِينَ
Kemudian mereka dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang benar. Ingatlah, hanya milik-Nyalah putusan, dan Dialah yang paling cepat perhitungan-Nya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ثُمَّ رُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّtsumma rudduu ilaa llaahi mawlaahumu l-haqqikemudian mereka dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang benar
- أَلَا لَهُ الْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ الْحَاسِبِينَalaa lahu l-hukmu wa-huwa asra'u l-haasibiinaingatlah, hanya milik-Nyalah putusan, dan Dialah yang paling cepat perhitungan-Nya
Terjemahan per kata (12 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- رُدُّواrudduumereka dikembalikan
- إِلَىilaakepada
- اللَّهِllaahiAllah
- مَوْلَاهُمُmawlaahumupelindung mereka
- الْحَقِّl-haqqihak
- أَلَاalaaingatlah
- لَهُlahubaginya
- الْحُكْمُl-hukmuputusan
- وَهُوَwa-huwadan Dialah
- أَسْرَعُasra'ulebih cepat
- الْحَاسِبِينَl-haasibiinapara penghitung
Inti bacaan
'Pembuat perhitungan yang paling cepat' menegaskan bahwa proses akuntabilitas akhir bukan proses berlarut-larut yang penuh ketidakpastian, melainkan tuntas dengan cepat. Konkretnya: kekhawatiran berlebihan tentang 'kapan dan bagaimana' pertanggungjawaban akhir terjadi bisa diredakan oleh keyakinan bahwa prosesnya bukan sesuatu yang berlarut menyiksa, fokus lebih baik dialihkan pada mempersiapkan diri sekarang, bukan mencemaskan mekanisme perhitungan itu sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menutup pasal dengan penegasan bahwa setelah kematian, semua kembali kepada Allah, penguasa sejati mereka: hanya milik-Nya putusan, dan perhitungan-Nya paling cepat di antara semua yang menghitung.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka dikembalikan kepada penguasa mereka yang benar. Kata benar ditambahkan. Yang selama ini dianggap penguasa disebut bukan yang sebenarnya.
- Allah menegaskan hanya milik-Nya putusan. Kata hanya dipakai. Kewenangan itu tak dibagi, termasuk kepada yang dahulu dijadikan perantara.
- Penutupnya menyebut Dia paling cepat perhitungan-Nya. Bukan paling teliti. Yang ditekankan tak ada jeda antara perbuatan dan penilaiannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).