قُلْ مَنْ يُنَجِّيكُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُونَهُ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَئِنْ أَنْجَانَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Katakanlah, “Siapakah yang menyelamatkan kalian dari kegelapan di darat dan di laut? Kalian menyerunya dengan merendah dan secara diam-diam, ‘Sungguh, jika Dia menyelamatkan kami dari ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.’”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. قُلْ مَنْ يُنَجِّيكُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُونَهُ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَئِنْ أَنْجَانَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَqul man yunajjiikum min zhulumaati l-barri wa-l-bahri tad'uunahu tadarru'an wa-khufyatan la-in anjaanaa min haadzihi la-nakuunanna mina sh-shaakiriinakatakanlah, siapakah yang menyelamatkan kalian dari kegelapan di darat dan di laut, kalian menyerunya dengan merendah dan secara diam-diam, sungguh jika Dia menyelamatkan kami dari ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur
Catatan pilihan kata (ringkas)

yunajjiiKUM/tad'uunaHU 2MP diterjemahkan kalian (2MS hanya 'qul'). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. sebagian penerjemah: 'Say thou: “Who delivers you from the darknesses of the land and the sea? Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).

Aplikasi

Pertanyaan 'siapa yang menyelamatkan kalian dari kegelapan darat/laut' disertai gambaran doa yang tulus-rendah-hati saat krisis, berjanji akan bersyukur jika diselamatkan, pola permohonan tulus yang muncul justru saat benar-benar terjepit. Konkretnya: perhatikan momen-momen ketika permohonan paling tulus dan rendah hati muncul secara alami (biasanya saat krisis) sebagai petunjuk tentang apa yang sebenarnya paling penting bagi diri, pelajaran dari momen genting itu layak dibawa ke kehidupan sehari-hari, bukan hanya diingat saat krisis berikutnya.