قُلِ اللَّهُ يُنَجِّيكُمْ مِنْهَا وَمِنْ كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ أَنْتُمْ تُشْرِكُونَ

Katakanlah, “Allah menyelamatkan kalian darinya dan dari setiap kesusahan, kemudian kalian mempersekutukan.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. قُلِ اللَّهُ يُنَجِّيكُمْ مِنْهَا وَمِنْ كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ أَنْتُمْ تُشْرِكُونَquli llaahu yunajjiikum minhaa wa-min kulli karbin tsumma antum tushrikuunakatakanlah, Allah menyelamatkan kalian darinya dan dari setiap kesusahan, kemudian kalian mempersekutukan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, a-l-h, n-j-w, k-l-l, k-r-b, sh-r-k): yunajjii diterjemahkan 'menyelamatkan' (akar n-j-w); karb diterjemahkan 'kesusahan'; tushrikuun diterjemahkan 'mempersekutukan' (akar sh-r-k). gloss '(Nabi Muhammad)/(bencana itu)/(kembali)' dibuang.

Aplikasi

Pola ironis: 'Allah menyelamatkan kalian... kemudian kalian mempersekutukan', janji bersyukur yang diucapkan saat krisis (6:63) dilupakan setelah keselamatan tercapai. Konkretnya: janji-janji tulus yang dibuat di tengah kesulitan ('kalau ini selesai, aku akan berubah') rentan dilupakan begitu keadaan membaik, membuat pengingat konkret untuk diri sendiri agar janji semacam ini benar-benar ditepati setelah krisis berlalu, bukan hanya berlaku selama krisis berlangsung.