وَكَذَّبَ بِهِ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّ ۚ قُلْ لَسْتُ عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ

Dan kaummu mendustakannya, padahal ia adalah kebenaran. Katakanlah, “Aku bukanlah pengawas atas kalian.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَكَذَّبَ بِهِ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّwa-kadzdzaba bihi qawmuka wa-huwa l-haqqudan kaummu mendustakannya, padahal ia adalah kebenaran
  2. قُلْ لَسْتُ عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍqul lastu alaykum bi-wakiilinkatakanlah, aku bukanlah pengawas atas kalian
Aplikasi

Penyangkalan eksplisit Nabi 'aku bukanlah wakil atas kalian' menempatkan tanggung jawab akhir atas penerimaan kebenaran pada masing-masing individu, bukan pada pembawa pesan yang memaksakannya. Konkretnya: saat menyampaikan sesuatu yang diyakini benar kepada orang lain, sadari batas peran diri sebagai penyampai, hasil akhir penerimaan atau penolakan adalah tanggung jawab yang bersangkutan sendiri, bukan sesuatu yang bisa/harus dipaksakan oleh penyampai.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-dz-b, q-w-m, h-q-q, q-w-l, l-y-s, w-k-l): wakiil diterjemahkan 'wakil (penanggung urusan)', akar w-k-l (putaran 61), DISANGKAL dari Nabi ('aku bukan wakil atas kalian'), sejajar hafiizh 4:80 & raqiib 5:117 (tabel peran-disangkal); al-haqq diterjemahkan 'kebenaran' (akar h-q-q). gloss '(azab)/(Nabi Muhammad)' dibuang.