وَكَذَّبَ بِهِ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّ ۚ قُلْ لَسْتُ عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ
Dan kaummu mendustakannya, padahal ia adalah kebenaran. Katakanlah, “Aku bukanlah pengawas atas kalian.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكَذَّبَ بِهِ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّwa-kadzdzaba bihi qawmuka wa-huwa l-haqqudan kaummu mendustakannya, padahal ia adalah kebenaran
- قُلْ لَسْتُ عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍqul lastu 'alaykum bi-wakiilinkatakanlah, aku bukanlah pengawas atas kalian
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَكَذَّبَwa-kadzdzabadan mendustakan
- بِهِbihipadanya
- قَوْمُكَqawmukakaummu
- وَهُوَwa-huwapadahal ia
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- قُلْqulkatakanlah
- لَسْتُlastuaku bukanlah
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- بِوَكِيلٍbi-wakiilinpenjaga
Inti bacaan
Penyangkalan eksplisit Nabi 'aku bukanlah wakil atas kalian' menempatkan tanggung jawab akhir atas penerimaan kebenaran pada masing-masing individu, bukan pada pembawa pesan yang memaksakannya. Konkretnya: saat menyampaikan sesuatu yang diyakini benar kepada orang lain, sadari batas peran diri sebagai penyampai, hasil akhir penerimaan atau penolakan adalah tanggung jawab yang bersangkutan sendiri, bukan sesuatu yang bisa/harus dipaksakan oleh penyampai.
Penjelasan pilihan kata
'Wakiilin' diterjemahkan 'pengawas' (bkn 'wakil'): makna kontekstual lbh dekat 'penjaga/pengawas yg bertanggung jawab' drpd 'wakil' (representative), konsisten fungsi 'wakiil' dlm konteks tanggung jawab pengawasan sepanjang Qur'an. Kutip 'qul' dikonfirmasi morfologi.
Tafsiran
Ayat ini mencatat penolakan kaum Rasul terhadap kebenaran yang dibawanya, sekaligus menegaskan batas tanggung jawab Rasul: ia bukan pengawas yang memaksa keimanan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Kalimatnya menyebut kaumnya mendustakannya 'padahal ia adalah kebenaran'. Keterangan itu diletakkan berdampingan dengan penolakannya. Yang menentukan sesuatu benar atau tidak berdiri di tempat yang sama sekali terpisah dari berapa banyak orang menerimanya.
- Yang diperintahkan Allah untuk diucapkan sebuah pelepasan: aku bukanlah pengawas atas kalian. Bukan ancaman, bukan bujukan lagi. Orang yang menyampaikan sesuatu yang benar diberi izin berhenti pada batas yang memang batasnya.
- Yang mendustakan disebut 'kaummu', yaitu orang-orangnya sendiri. Penolakan datang dari yang paling dekat. Beban itu diakui Allah dengan menyebut hubungannya, bukan dengan menyamarkan siapa mereka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-dz-b, q-w-m, h-q-q, q-w-l, l-y-s, w-k-l): wakiil diterjemahkan 'wakil (penanggung urusan)', akar w-k-l (putaran 61), DISANGKAL dari Nabi ('aku bukan wakil atas kalian'), sejajar hafiizh 4:80 & raqiib 5:117 (tabel peran-disangkal); al-haqq diterjemahkan 'kebenaran' (akar h-q-q). gloss '(azab)/(Nabi Muhammad)' dibuang.