وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan pertanggungjawaban mereka sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Dan peringatkanlah dengannya, agar tidak ada jiwa yang diserahkan pada azab karena perbuatannya sendiri, tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat selain Allah, dan jika ia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima darinya. Mereka itulah orang-orang yang diserahkan pada azab karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena mereka selalu kufur.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَاwa-dzari lladziina ttakhadzuu diinahum la'iban wa-lahwan wa-gharratsumu l-hayaatu d-dunyaadan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan pertanggungjawaban mereka sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia
  2. وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَاwa-dzakkir bihi an tubsala nafsun bi-maa kasabat laysa lahaa min duuni llaahi waliyyun wa-laa syafii'un wa-in ta'dil kulla 'adlin laa yu'khadz minhaadan peringatkanlah dengannya, agar tidak ada jiwa yang diserahkan pada azab karena perbuatannya sendiri, tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat selain Allah, dan jika ia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima darinya
  3. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُواulaa'ika lladziina ubsiluu bi-maa kasabuumereka itulah orang-orang yang diserahkan pada azab karena perbuatan mereka sendiri
  4. لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَlahum syaraabun min hamiimin wa-'adzaabun aliimun bi-maa kaanuu yakfuruunamereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena mereka selalu kufur

Terjemahan per kata (45 kata)

  1. وَذَرِwa-dzaridan tinggalkanlah
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. اتَّخَذُواttakhadzuumereka mengambil
  4. دِينَهُمْdiinahumagama mereka
  5. لَعِبًاla'ibanpermainan
  6. وَلَهْوًاwa-lahwandan senda gurau
  7. وَغَرَّتْهُمُwa-gharratsumudan menipu mereka
  8. الْحَيَاةُl-hayaatukehidupan
  9. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  10. وَذَكِّرْwa-dzakkirdan berilah peringatan
  11. بِهِbihidengannya
  12. أَنْanagar tidak
  13. تُبْسَلَtubsaladijerumuskan
  14. نَفْسٌnafsunsatu jiwa
  15. بِمَاbi-maakarena apa yang
  16. كَسَبَتْkasabatdiusahakan
  17. لَيْسَlaysabukanlah
  18. لَهَاlahaabaginya
  19. مِنْmindari
  20. دُونِduuniselain
  21. اللَّهِllaahiAllah
  22. وَلِيٌّwaliyyunpelindung
  23. وَلَاwa-laadan tidak pula
  24. شَفِيعٌsyafii'unpemberi syafaat
  25. وَإِنْwa-indan jika
  26. تَعْدِلْta'dilengkau menebus
  27. كُلَّkullasetiap
  28. عَدْلٍ'adlinadil
  29. لَاlaatidak
  30. يُؤْخَذْyu'khadzdiambil
  31. مِنْهَاminhaadarinya
  32. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  33. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  34. أُبْسِلُواubsiluumereka dijerumuskan
  35. بِمَاbi-maakarena apa yang
  36. كَسَبُواkasabuumereka usahakan
  37. لَهُمْlahumbagi mereka
  38. شَرَابٌsyaraabunminuman
  39. مِنْmindari
  40. حَمِيمٍhamiiminair mendidih
  41. وَعَذَابٌwa-'adzaabundan azab
  42. أَلِيمٌaliimunyang pedih
  43. بِمَاbi-maakarena apa yang
  44. كَانُواkaanuumereka selalu
  45. يَكْفُرُونَyakfuruunakufur

Inti bacaan

'Pertanggungjawaban (diin) sebagai permainan dan kelengahan' menandai penyimpangan mendasar: sistem nilai hidup yang seharusnya serius justru diperlakukan sebagai sekadar hiburan, dan pada titik tertentu, 'segala macam tebusan apa pun' tidak lagi diterima. Konkretnya: menunda-nunda keseriusan terhadap pertanggungjawaban hidup dengan dalih 'nanti bisa diperbaiki' berisiko melewati titik di mana perbaikan/tebusan lagi tidak relevan, keseriusan terhadap arah hidup perlu dijaga sejak sekarang, bukan ditunda sampai 'nanti ada waktu menebus'.

Tafsiran

Ayat ini menginstruksikan agar meninggalkan mereka yang menjadikan pertanggungjawaban sebagai permainan, sekaligus memperingatkan konsekuensi berat bagi setiap jiwa atas perbuatannya sendiri: tanpa pelindung, penolong, atau tebusan apa pun yang dapat diterima di hadapan keadilan Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Dua perintah datang berurutan: tinggalkan mereka, dan peringatkan dengannya. Meninggalkan tidak berarti berhenti memperingatkan. Allah memisahkan antara tidak lagi berdebat dan tidak lagi peduli.
  • Yang disebut tidak diterima segala macam tebusan apa pun, bukan tebusan yang kurang. Ada titik ketika persoalannya bukan lagi kurangnya bayaran, melainkan tidak adanya lagi pasar tempat membayar.
  • Kata yang dipakai jiwa itu diserahkan karena perbuatannya sendiri, bukan diserahkan kepada hukuman. Allah menggambarkan sesuatu yang mengikat orangnya pada apa yang ia kerjakan, bukan pada keputusan yang datang dari luar dirinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan diin di sini sbg 'agama'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout kelompok (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar. akar d-y-n (dyn), sense 'agama/cara-hidup/doktrin'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).