وَأَنْ أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَاتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

dan agar menegakkan salat serta bertakwa kepada-Nya.” Dan Dialah yang kepada-Nya kalian semua dihimpun.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَأَنْ أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَاتَّقُوهُwa-an aqiimuu sh-shalaata wa-ttaquuhudan agar menegakkan salat serta bertakwa kepada-Nya
  2. وَهُوَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَwa-huwa lladzii ilayhi tuhsyaruunadan Dialah yang kepada-Nya kalian dihimpun

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَأَنْwa-andan untuk
  2. أَقِيمُواaqiimuudirikanlah kalian
  3. الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
  4. وَاتَّقُوهُwa-ttaquuhudan bertakwalah kalian kepada-Nya
  5. وَهُوَwa-huwadan Dialah
  6. الَّذِيlladziiyang
  7. إِلَيْهِilayhikepada-Nya
  8. تُحْشَرُونَtuhsyaruunakalian dikumpulkan

Inti bacaan

Perintah menegakkan salat berdampingan dengan bertakwa, keduanya diarahkan ke kesadaran bahwa 'kepada-Nya kalian semua akan dihimpun', salat di sini adalah kewajiban terstruktur yang menjangkarkan kesadaran akan pertanggungjawaban akhir, bukan ritual devosional yang berdiri sendiri. Konkretnya: menegakkan salat sebagai praktik rutin berfungsi mengingatkan pertanggungjawaban akhir secara berkala terjadwal, bukan formalitas kosong, melainkan pengingat terstruktur yang menjaga kesadaran arah hidup tetap segar, bukan pudar ditelan rutinitas duniawi.

Penjelasan pilihan kata

Kelanjutan kalimat dari 6:71 (huruf awal sengaja huruf kecil), menutup kutip kedua ('qul inna hudaa llaahi...') dengan tanda kutip penutup setelah 'bertakwa kepada-Nya'. Bagian kedua 'wa-huwa lladzii ilayhi tuhsharuuna' adalah komentar narator bukan bagian kutip: menutup pasal dengan penegasan independen. Tidak ada tambahan kurung untuk sisa ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini menutup perintah berserah diri dengan dua kewajiban konkret (menegakkan salat dan bertakwa), sekaligus mengingatkan bahwa semua akan dihimpun kembali kepada Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimatnya menutup perintah dengan menyebutkan sebuah kenyataan: 'Dialah yang kepada-Nya kalian semua dihimpun'. Bukan ancaman, bukan janji, melainkan keterangan tentang ke mana semua ini bermuara. Perintah yang diletakkan di depan kenyataan semacam itu berhenti terasa seperti beban tambahan dan mulai terasa seperti persiapan.
  • Kata yang dipakai bukan mengerjakan salat, melainkan menegakkannya. Menegakkan mengandaikan sesuatu yang bisa roboh kalau tidak ditopang. Yang diminta Allah bukan menuntaskan daftar, melainkan menjaga sesuatu tetap berdiri, dan pekerjaan menjaga tak pernah selesai sekali jalan.
  • Dua yang diperintahkan berbeda sifatnya: salat bisa dilihat orang, takwa tidak. Allah menyandingkan yang paling kasatmata dengan yang paling tersembunyi, dan menyebut keduanya dalam satu tarikan. Yang satu tanpa yang lain selalu timpang ke arah yang bisa ditebak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kepada-Nya.”” diterjemahkan “kepada-Nya.; “kamu” diterjemahkan “kalian”.